KOMPAS.com - Kota Loni di India menjadi kota dengan kualitas udara terburuk tahun 2025. Berdasarkan laporan tahunan ke-8 World Air Quality Report 2025 IQAir, kadar rata-rata tahunan PM2.5 di kota ini mencapai 112,5 mikrogram per meter kubik (µg/m3), naik hampir 23 persen dari tahun 2024.
Angka PM2.5 Loni 22 kali lipat lebih besar dari pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar lima µg/m3.
Baca juga:
Selain India, IQAir juga melaporkan lima wilayah dengan udara paling tercemar, antara lain:
"Sebanyak 25 kota paling tercemar di dunia seluruhnya berada di India, Pakistan, dan China. India menjadi lokasi tiga dari empat kota paling tercemar," tulis IQAir dalam keterangannya, dilansir Rabu (25/3/2026).
Kota besar paling tercemar di Amerika Serikat, antara lain El Paso, Texas, dan Southeast Los Angeles, California. Sementara Seattle, Washington menjadi kota besar paling bersih.
Sementara itu, Nieuwoudtville, Afrika Selatan, menjadi kota terbersih di dunia dengan rata-rata PM2.5 sebesar 1 µg/m3.
Situs Warisan Budaya Khuttal Kuno di Tajikistan yang masuk daftar situs warisan dunia UNESCO terbaru Juli 2025. Tajikistan termasuk negara dengan kualitas udara terburuk di dunia pada 2025.Tahun ini, IQAir menganalisis data dari stasiun pemantauan di 9.446 kota di 143 negara, wilayah, dan teritori dengan tambahan 12 negara yang sebelumnya tidak disertakan pada 2024.
Dibandingkan tahun 2024, sebanyak 54 negara mengalami peningkatan rata-rata tahunan PM2.5.
Tercatat, tidak ada kota di Asia Timur yang memenuhi pedoman PM2.5 WHO. Menurut IQAir, pola polusi di China menunjukkan pergeseran konsentrasi tinggi ke arah barat.
Sementara itu, 23 negara Eropa mengalami peningkatan PM2.5 dan 18 negara mengalami penurunan. Polusi musiman diperburuk pembakaran kayu saat musim dingin, asap lintas batas dari kebakaran hutan Kanada, dan debu Sahara.
Di Amerika Latin dan Karibia, tren kualitas udara umumnya positif dengan 208 kota mengalami penurunan PM2.5, sedangkan 95 lainnya meningkat, dan sembilan wilayah tidak berubah.
Oseania tetap menjadi salah satu wilayah terbersih di dunia, dengan 61 persen kota memenuhi pedoman WHO, meskipun cuaca dingin ekstrem di New South Wales, Australia, pada Juni 2025 menyebabkan lonjakan musiman PM2.5.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya