KOMPAS.com - Jumlah lapangan kerja di sektor ekonomi hijau di Inggris meningkat sebesar 27,8 persen selama 10 tahun terakhir, menurut Office for National Statistics (ONS).
Adapun ONS mendefinisikan green jobs (pekerjaan hijau) sebagai peran atau posisi yang membantu melindungi atau memulihkan lingkungan, termasuk pekerjaan yang terkait dengan mitigasi atau adaptasi perubahan iklim.
Baca juga:
Data terbaru dari ONS menunjukkan, terdapat sekitar 652.100 lapangan kerja penuh waktu di sektor tersebut pada tahun 2024, dilansir Edie, Senin (30/3/2026).
Hampir separuh dari pekerjaan ini terpusat di tiga industri yakni produk efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan energi terbarukan, yang secara kolektif menyumbang 47,9 persen dari total lapangan kerja hijau.
Pertumbuhan ini tersebar di beberapa sektor. Energi terbarukan mencatat kenaikan terbesar dengan penambahan 38.500 lapangan kerja selama periode tersebut.
Sektor tenaga nuklir menyusul dengan kenaikan 28.500 lapangan kerja, sedangkan transportasi rendah karbon menambah 24.900 pekerjaan, dan peran yang terkait dengan pengelolaan limbah meningkat sebanyak 18.100 pekerjaan.
Data tersebut juga menyoroti seberapa besar proporsi tenaga kerja yang saat ini bekerja di industri rendah emisi.
Pada tahun 2024, sekitar 12,6 juta posisi setara penuh waktu, atau 46 persen dari seluruh lapangan kerja, berada di 10 industri dengan emisi gas rumah kaca (GRK) terendah.
Secara kolektif, industri-industri tersebut hanya menyumbang 4,6 persen dari total emisi di Inggris.
Kota London memiliki proporsi pekerja tertinggi di sektor-sektor itu, yaitu sebesar 62,2 persen, sedangkan East Midlands memiliki proporsi terendah sebesar 38,6 persen.
Baca juga:
Jumlah lapangan kerja di sektor ekonomi hijau di Inggris meningkat sebesar 27,8 persen. Industri apa yang banyak menyerap tenaga kerja?Ketertarikan pada sektor ramah lingkungan semakin banyak, melampaui mereka yang sudah bekerja di dalamnya.
Di antara orang-orang yang tidak menganggap pekerjaan mereka saat ini sebagai pekerjaan hijau, sebanyak 40 persen menyatakan tertarik untuk berpindah ke bidang tersebut.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang menyatakan tidak tertarik.
Selain itu, empat dari 10 orang mengatakan, mereka akan mempertimbangkan untuk mengikuti pelatihan demi mendapatkan pekerjaan hijau.
Kaum muda juga tampak tertarik pada sektor ini. Pemungutan suara terhadap para remaja yang menerima hasil ujian musim panas lalu menemukan, lebih dari seperempatnya ingin memasuki ekonomi hijau sesegera mungkin, sedangkan satu dari tiga orang mengatakan mereka tidak berminat melanjutkan ke universitas.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya