KOMPAS.com – Penggunaan obat penurun berat badan seperti Ozempic belakangan dikaitkan dengan efek samping berupa rambut rontok.
Meski tidak tercatat dalam uji klinis awal, fenomena ini mulai banyak dilaporkan seiring meningkatnya penggunaan obat golongan GLP-1 tersebut.
Ahli trikologi Anabel Kingsley menjelaskan bahwa rambut rontok sebenarnya bukan disebabkan langsung oleh obat, melainkan oleh penurunan berat badan yang terjadi secara cepat.
“Rambut merupakan jaringan non-esensial sehingga sangat sensitif terhadap perubahan dalam tubuh, terutama terkait asupan nutrisi,” jelas Kingsley, dikutip dari Harper's Bazaar, Kamis (26/3/2026).
Ketika tubuh mengalami defisit nutrisi, energi akan dialihkan ke organ vital, sementara pertumbuhan rambut menjadi prioritas terakhir.
Baca juga: Ketahui Efek Obat Pelangsing Ozempic pada Jantung
Penurunan berat badan yang drastis dapat membuat tubuh mengalami stres fisik.
Hair expert Tom Smith menjelaskan bahwa kondisi ini dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut.
“Ketika tubuh mengalami stres, siklus rambut bisa terganggu dan masuk ke fase istirahat sebelum akhirnya rontok,” ujarnya.
Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu jenis kerontokan sementara yang biasanya terjadi beberapa bulan setelah pemicu, seperti stres atau perubahan berat badan.
Kabar baiknya, telogen effluvium bersifat sementara.
Menurut Kingsley, rambut umumnya akan tumbuh kembali setelah kondisi tubuh stabil, termasuk ketika berat badan dan asupan nutrisi sudah kembali seimbang. Namun, jika kerontokan berlangsung lama atau terasa berlebihan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli rambut guna memastikan penyebabnya.
Baca juga: Mengatasi Rambut Rontok, dari Gaya Hidup sampai Serum Kulit Kepala
Nutrisionis Gabriela Peacock menekankan pentingnya protein untuk kesehatan rambut.
“Rambut sebagian besar tersusun dari protein sehingga kekurangan asupan ini dapat memperburuk kerontokan,” terangnya.
Asupan protein yang disarankan bagi pengguna GLP-1 bahkan lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya.
Selain protein, tubuh juga membutuhkan nutrisi seperti zat besi, vitamin D, zinc, dan vitamin B12 untuk mendukung pertumbuhan rambut.
Baca juga: Mengapa Rambut Bisa Rontok Setelah Melahirkan? Ini Penjelasan Dokter
Peacock juga menyarankan untuk meningkatkan asupan asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit kepala.
Sumbernya dapat diperoleh dari ikan berlemak seperti salmon, serta makanan nabati seperti alpukat, biji labu, dan kacang-kacangan.
Perawatan kulit kepala tidak kalah penting dalam mengatasi rambut rontok. Kulit kepala yang bersih dan sehat membantu menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan rambut.
Penggunaan serum atau produk dengan kandungan antiinflamasi dan peptida juga dapat membantu mengurangi kerontokan.
Baca juga: Benarkah Sering Keramas Bikin Rambut Rontok? Ini Kata Dokter Kulit
Kerontokan akibat telogen effluvium tidak dapat dihentikan secara instan karena rambut telah masuk ke fase rontok.
Smith menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari siklus alami rambut setelah tubuh mengalami stres, seperti penurunan berat badan yang cepat.
Meskipun demikian, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan dapat membaik seiring waktu, terutama setelah berat badan dan asupan nutrisi kembali stabil.
Baca juga: Perdebatan Selebritis Pakai Ozempic di Oscar 2026, Tubuh Kurus Kembali Jadi Standar?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang