KOMPAS.com - Membangun rasa percaya kembali bukanlah perkara mudah, terlebih jika kamu pernah merasakan perihnya dikhianati di masa lalu. Perasaan waspada dan cemas, bahkan meragukan niat baik orang lain adalah jejak dari rasa trauma itu.
Di satu sisi, kamu ingin membuka hati dan terhubung kembali; di sisi lain, ada ketakutan lama.
Dengan makin canggihnya modus penipuan, masyarakat kini juga cenderung lebih waspada dan jauh lebih sulit untuk menaruh kepercayaan penuh kepada orang lain.
Namun, menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Psychological Bulletin tahun 2025, individu yang mudah memercayai orang lain terbukti memiliki kesejahteraan hidup yang lebih tinggi.
Baca juga: Laporan Penipuan Digital di RI Tembus 1.000 Kasus per Hari
Studi menemukan, mereka yang memercayai orang lain, dan percaya bahwa mereka bisa mengandalkan orang lain, memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan regulasi emosi yang jauh lebih kuat.
"Semua faktor ini mendukung tidak hanya kesehatan mental tetapi juga kesehatan fisik," jelas ahli neuropsikologi dan direktur Comprehend the Mind, Sanam Hafeez, PhD.
Ketiadaan rasa percaya akan membuat seseorang terus-menerus hidup dalam kewaspadaan berlebih dan kecemasan. Kondisi tersebut secara perlahan akan merusak pertahanan biologis di dalam tubuh manusia.
Kurangnya kepercayaan membuat seseorang rentan merasa kesepian, dan stres kronis ini pada akhirnya akan memicu peradangan, penyakit kardiovaskular, hingga penurunan fungsi kognitif.
Baca juga: 9 Tanda Pasangan Punya Masalah Kepercayaan
Sebaliknya, sikap percaya mampu menurunkan kadar hormon stres atau kortisol. Hal ini memberikan perlindungan bagi tubuh, sekaligus mendorong perilaku sehat jangka panjang, seperti menjaga koneksi sosial dan tidak ragu untuk mencari bantuan medis saat dibutuhkan.
"Kepercayaan bukan hanya emosi yang menyenangkan, tetapi juga sumber daya psikologis yang ampuh. Jika dipupuk sepanjang hidup, kepercayaan dapat berkontribusi pada ketahanan emosional dan umur panjang fisik," terang Hafeez.
Riset juga menekankan bahwa interaksi interpersonal yang melibatkan keluarga dan sahabat memiliki ikatan yang paling kuat dengan tingkat kebahagiaan seseorang.
Baca juga: Punya Sahabat yang Baik Bisa Bikin Umur Lebih Panjang
Ilustrasi perempuan dengan MBTI ISFP."Pada klien, salah satu faktor pelindung terpenting yang dapat membantu proses penyembuhan mereka adalah memiliki akses ke sistem dukungan sosial yang kuat dan positif," kata terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Patrice Le Goy, PhD.
Mengingat betapa pentingnya rasa percaya bagi kesehatan jantung dan umur panjang, kamu perlu belajar untuk membuka diri kembali secara bertahap, terutama jika pernah mengalami kekecewaan mendalam.
Baca juga: Dikenal Pemberani, 5 Zodiak yang Selalu Percaya Diri di Segala Situasi
Memulai dari interaksi kecil sehari-hari
Membangun rasa percaya kembali bisa menjadi tantangan yang sangat berat jika kamu pernah dikhianati di masa lalu.