KOMPAS.com – Membaca label kandungan pada produk skincare sering kali terasa membingungkan, terutama karena banyaknya istilah ilmiah yang tidak familiar.
Padahal, memahami kandungan produk penting untuk memastikan skincare yang digunakan sesuai dengan kebutuhan kulit.
Dokter kulit Shari Marchbein menjelaskan bahwa daftar bahan pada produk skincare tidak ditulis secara acak, melainkan berdasarkan konsentrasi.
Baca juga: 8 Tips Skincare untuk Perempuan 50 Tahun agar Kulit Wajah Glowing
“Daftar bahan pada produk skincare biasanya disusun dari konsentrasi tertinggi hingga terendah,” ujarnya, dikutip dari Byrdie, Kamis (26/3/2026).
Dengan memahami cara membaca label, konsumen dapat lebih bijak dalam memilih produk yang aman dan efektif.
Menurut Marchbein, bahan yang tercantum di awal daftar biasanya memiliki konsentrasi paling tinggi dalam produk.
Maka dari itu, penting untuk memperhatikan beberapa bahan pertama, terutama kandungan aktif seperti vitamin C, retinoid, atau asam hialuronat.
Selain itu, bahan dasar seperti air (aqua) dan gliserin juga umumnya berada di urutan atas karena menjadi komponen utama produk.
Baca juga: 3 Kandungan Skincare yang Dianjurkan untuk Usia 40 Tahun, Apa Saja?
Setiap bahan dalam skincare memiliki fungsi yang berbeda sehingga penting untuk mengenali kategorinya.
Marchbein membagi kandungan menjadi beberapa jenis, seperti bahan aktif yang memberikan manfaat utama, bahan pelembap seperti humektan dan emolien, serta bahan pengawet yang menjaga stabilitas produk.
Selain itu, pewangi dan pewarna biasanya berada di bagian akhir daftar dan berpotensi menyebabkan iritasi, terutama pada kulit sensitif.
Baca juga: Kandungan Skincare yang Sering Dikira sebagai Penyebab Jerawat, Apa Saja?
Pemilihan kandungan skincare sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Dokter kulit Nima Gharavi menyarankan untuk memilih bahan aktif yang terbukti efektif, seperti antioksidan, retinol, niacinamide, hingga ceramide.
“Pastikan bahan aktif yang dicari tercantum di bagian atas daftar kandungan agar manfaatnya lebih optimal,” ujarnya.
Beberapa bahan dalam skincare dapat memicu iritasi atau reaksi tertentu, tergantung kondisi kulit.