Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesalahan Pakai Eyeliner yang Perlu Dihindari Menurut Makeup Artist

Kompas.com, 27 Maret 2026, 15:34 WIB
Aliyah Shifa Rifai,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

Sumber Parade

KOMPAS.comEyeliner menjadi salah satu produk makeup yang dapat mengubah tampilan mata secara signifikan, mulai dari yang terlihat lebih tegas, feminin, hingga lebih ekspresif.

Namun, penggunaan eyeliner yang kurang tepat justru bisa memberikan efek sebaliknya, seperti membuat mata terlihat lebih kecil, lelah, bahkan tampak lebih tua.

Makeup artist selebritas Mezhgan Hussainy mengatakan bahwa kunci penggunaan eyeliner bukan terletak pada teknik yang rumit, melainkan pada penempatan yang tepat dan penggunaan yang tidak berlebihan.

“Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan eyeliner hitam terlalu tebal,” kata Hussainy, dikutip dari Parade, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Cara Membuat Feather Brow di Alis Tipis dengan Eyeliner

Namun, penggunaan eyeliner tetap bergantung pada preferensi masing-masing dan tampilan yang ingin dicapai.

Setiap orang memiliki gaya riasan yang berbeda, mulai dari natural hingga dramatis sehingga tidak semua teknik dapat dianggap salah. Meski demikian, bagi Hussainy, beberapa kesalahan dasar tetap perlu dihindari karena dapat membuat tampilan mata terlihat kurang proporsional.

Penggunaan Eyeliner Terlalu Tebal

Menurut Hussainy, penggunaan eyeliner yang terlalu tebal menjadi kesalahan paling umum dan cukup berdampak.

Ia menjelaskan bahwa garis eyeliner yang terlalu tebal atau tajam dapat mendominasi area mata, alih-alih mempertegasnya.

Akibatnya, area mata bisa terlihat lebih kecil, lebih berat, dan kurang segar. Kondisi ini juga dapat membuat wajah terlihat lebih lelah dan memberi kesan lebih tua.

Eyeliner sebaiknya mengikuti garis bulu mata secara halus, bukan menjadi elemen utama yang mengambil perhatian mata.

Baca juga: Tips Bikin Eyeliner untuk Pemula ala Farra Jaidi

Cara Menghindari Eyeliner Terlihat Berlebihan

Eyeliner hitam memang menjadi produk yang paling sering digunakan, tetapi juga paling mudah diaplikasikan secara berlebihan.

Menurut Hussainy, pigmen hitam yang kuat membuat garis tebal terlihat lebih mencolok, terutama untuk riasan sehari-hari. Maka dari itu, ia menyarankan untuk mengaplikasikan eyeliner secara bertahap.

Mulailah dengan garis tipis, lalu tambahkan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan agar hasilnya tetap terkontrol dan tidak terlalu keras.

Ilustrasi riasan mata saat menggunakan maskerShutterstock Ilustrasi riasan mata saat menggunakan masker

Salah Memilih Warna Eyeliner

Selain ketebalan, pemilihan warna eyeliner juga berpengaruh besar terhadap tampilan mata.

Hussainy mengatakan bahwa warna yang tidak sesuai dapat membuat mata terlihat kusam atau kurang menonjol.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau