KOMPAS.com – Shio Tikus dikenal sebagai sosok yang cerdas, penuh perhitungan, dan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama terkait masa depan dan keuangan.
Namun, tidak semua shio memiliki pendekatan hidup yang sejalan dengan karakter tersebut. Perbedaan prinsip, cara berpikir, hingga gaya hidup bisa memicu ketegangan jika tidak dikelola dengan baik.
Astrolog Lisa Stardust menilai, salah satu tantangan terbesar dalam hubungan Shio Tikus adalah ketika mereka dipasangkan dengan pribadi yang bertolak belakang.
Baca juga: Mengenal Karakteristik Shio Tikus, dari Sifat, Cinta, hingga Kelemahan
Shio apa saja yang dianggap kurang cocok dengan shio Tikus? Berikut dua di antaranya.
Hubungan antara Shio Tikus dan Kuda sering kali dipenuhi tantangan karena perbedaan mendasar dalam cara menjalani hidup.
Shio Tikus dikenal sebagai perencana ulung yang selalu memikirkan masa depan, sementara Shio Kuda lebih spontan dan mengikuti kata hati.
“Shio Tikus sangat teliti dalam menggunakan energi dan hemat dalam mengelola uang. Sementara itu, Shio Kuda cenderung impulsif,” jelas, seperti dikutip People, Sabtu (28/3/2026).
Perbedaan ini bisa menjadi sumber konflik yang berulang. Shio Tikus mungkin merasa pasangannya terlalu ceroboh atau tidak memiliki arah yang jelas, sementara Shio Kuda bisa menganggap Tikus terlalu kaku dan membatasi kebebasannya.
“Mereka bisa berbenturan karena memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap hidup dan keuangan,” tambah dia.
Menurut Stardust, perbedaan dalam mengelola energi dan keuangan menjadi salah satu titik gesekan utama.
“Shio Tikus sangat berhati-hati dalam mengatur energi dan uang, sedangkan shio Kuda cenderung impulsif,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, perbedaan ini dapat membuat keduanya sulit menemukan titik temu. Mereka jarang sepakat dalam mengambil keputusan penting, mulai dari keuangan hingga rencana masa depan.
Baca juga: Shio Tikus Cocok dengan Siapa? Ini 3 Pasangan Terbaiknya
Bahkan, menurut sejumlah panduan astrologi Tionghoa, hubungan ini bisa terasa melelahkan karena masing-masing pihak harus terus berkompromi tanpa benar-benar merasa dipahami.
Ketika dua pribadi dengan pendekatan hidup yang sangat berbeda dipaksakan bersama, hubungan tersebut berisiko menjadi tidak sehat.
Alih-alih saling melengkapi, mereka justru saling bertentangan dan memperumit kehidupan satu sama lain.