Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
DR. dr. Tan Shot Yen, M.hum
Dokter

Dokter, ahli nutrisi, magister filsafat, dan penulis buku.

Menjalankan Gaya Hidup Sehat yang Hemat tapi Nikmat, Mungkinkah?

Kompas.com, 31 Maret 2026, 20:03 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Idul Fitri baru saja lewat, sama cepatnya dengan THR yang ‘numpang lewat’ di rekening atau amplop yang tak seberapa tebal.

Harga-harga kebutuhan hidup yang sudah terlanjur naik, mustahil turun nampaknya, bahkan cenderung semakin naik.

Keluarga-keluarga muda menengah ke bawah mulai dilanda kecemasan, bukan hanya soal merancang masa depan, tapi bertahan hidup dengan standar yang konsisten saja terasa ‘ngos-ngos-an’.

Baca juga: Bijak Merancang yang Terhidang di Hari Raya Idul Fitri

Ketika Tekanan Mental dan Tekanan Ekonomi Berjalan Sejajar

Kesehatan mental tidak lagi tentang berita-berita yang simpang siur semakin tak karuan setiap hari, tapi informasi dari rumah sendiri pun sudah cukup membuat ‘jantungan’ setiap saat: popok si bayi habis dan perlu beli lagi, plafon rembes akibat hujan deras dan harus memanggil tukang, sementara belum ada dana talangan.

Belum lagi, gas buat masak juga habis padahal rasanya baru beli belum lama, STNK motor dan PBB jatuh tempo di waktu yang sama, kipas angin mendadak tak mau menyala padahal belakangan ini panas mulai minta ampun...

Tekanan mental dan tekanan ekonomi rupanya berjalan sejajar dan semakin terasa hanya dengan kejadian sehari-hari.

Makan dan jajan seadanya, seketemunya buat isi perut pun menimbulkan rasa bersalah karena kebutuhan rumah masih ada yang belum terpenuhi.

Apalagi jika punya anak-anak yang masih balita, yang masih terancam bayang-bayang gizi kurang dan stunting. Hanya karena pasangan ‘selip kata’ sedikit saja, kemarahan menjadi-jadi dan pertengkaran hebat bisa berkobar setiap saat. Hidup semakin rentan, ringkih, riskan.

Menjadi karyawan tetap adalah anugerah yang harus dijaga. Suatu ‘priviledge’ yang tak boleh disia-sia. Apalagi, jika masih mendapat fasilitas mulai dari penggantian biaya berobat hingga tabungan pensiun.

Menjadi karyawan tidak tetap pun perlu disyukuri dengan sikap tahu diri, demi pundi-pundi. Paling pusing memang punya usaha sendiri – yang dahulu jadi sasaran kecemburuan para karyawan – sekarang terpaksa putar otak bertahan, agar anak istri bisa makan tanpa perlu menjual aset atau merumahkan pegawai.

Baca juga: Indikator Nyata Makan Bergizi, Perbaikan Asupan Pangan hingga Penurunan Insiden Penyakit

Keinginan Tak Sesuai Kebutuhan

Di Indonesia, hari ini, cukup banyak keluarga-keluarga muda punya pengeluaran sehari-hari atau bulanan yang mencengangkan.

Berapa pun penghasilan mereka, pengeluaran bisa dianggap selalu boros, karena keinginan dan kecanduan tidak sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari kepercayaan susu pertumbuhan – yang digadang-gadang bikin anak gemuk dan tinggi serta pintar nantinya.

Padahal, badan kesehatan dunia WHO sudah memperingatkan klaim-klaim berlebihan dari iklan yang semakin brutal.

Padahal protein hewan yang jadi menu keluarga, murah dan mudah didapat di pasar lebih masuk akal.

Begitu pula pengaruh media sosial yang menjadi lapak pencari ‘penghasilan tambahan’, riuh rendah merekomendasikan aneka kebutuhan bayi: mulai dari ‘beras khusus’, ‘minyak khusus’ memasak makanan pendamping asi, hingga kecap bayi dan aneka bumbu masakan bayi.

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau