Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebut Penyelesaian Stadion Teladan, Bobby Nasution: Kuncinya Tenaga Kerja, Kalau Perlu Tiga Shift

Kompas.com, 31 Maret 2026, 22:22 WIB
Cristison Sondang Pane,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, berharap pengerjaan Stadion Teladan Medan selesai pada bulan Mei mendatang, tapi tergantung pada tenaga kerja (manpower).

Selama ini para pekerja di stadion itu beraktivitas hanya dua shift atau pagi sampai sore hari. Namun, Bobby Nasution menilai perlu ditambah menjadi tiga shift.

"Kita harap bulan Mei selesai, kuncinya pada manpower aja. Ini dua shif, kalau perlu tiga shif, di sini kan ada lampu, main malam soalnya lampu sudah ada," ucap Bobby kepada wartawan usai mengecek progres pengerjaan stadion bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Kejar Tayang Piala AFF U-19, Stadion Teladan Medan Harus Rampung Pertengahan Mei 2026

Menurut Bobby tidak ada persoalan kalau kerja sampai tiga shift. Dia menyarankan itu setelah mengetahui bahwa tenaga kerja di stadion kurang.

"Kita sudah berikan saran, kalau manpower-nya kurang dari sini, dan dari luar juga kurang, ada satuan yang bisa digunakan, tinggal dikoordinasikan," ujar Bobby.

Bobby juga berharap pekan depan sudah ada pekerja 200, atau 300 pun silakan saja. Jika sebanyak itu, kata Bobby, pengerjaan bisa terkejar atau sesuai target. Total pekerja yang ada saat ini sebanyak 120 orang.

Baca juga: Proyek Stadion Teladan Terus Molor, Persiapan Piala AFF U-19 Kian Mepet

"Kalau misalnya 300 orang bisa terkejar, materialnya sudah ada semua. Mau gak mereka nambah manpower nya. Itu aja, masalah mau gak mau aja, bukan bisa gak bisa ini sekarang," kata Bobby.

Bobby menambahkan, ada tiga stadion akan dijadikan tempat pertandingan, yaitu Stadion Teladan Medan, Stadion Utama Sumatera Utara dan Stadion Mini Pancing.

Vanue yang sudah siap secara total, diantaranya Stadion Utama Sumatera Utara, sementara Stadion Pancing hanya persiapan sedikit-sedikit lagi, seperti ruang ganti pemain, dan teknis-teknis lain.

Baca juga: Pembangunan Stadion Teladan Medan Tak Kunjung Kelar, Rico Waas: Saya Rasa Kita Perlu Doakan Bersama

"Dan Stadion Teladan ini kita cek, untuk rumput sudah oke, persiapan lain mungkin 30 hari bisa bagus, bisa standard, untuk fisik kita harapkan selesai cepat," tambah Bobby.

Stadion Teladan kapasitas utamanya sebanyak 20.000 penonton, namun untuk Piala AFF U-19 hanya disedikan 10.000 unit kursi penonton.

Seperti diketahui, turnamen sepak bola Piala AFF U-19 rencananya dihelat ditiga stadion itu pada tanggal 1-14 Juni 2026. Kemudian, April 2026 tim dari federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan melakukan verifikasi terhadap tiga stadion itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sidang Korupsi Jalan Sumut, Topan Ginting Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara
Sidang Korupsi Jalan Sumut, Topan Ginting Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara
Medan
Respons Kejari Karo Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas: Kami Pikir-pikir...
Respons Kejari Karo Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas: Kami Pikir-pikir...
Medan
Selama Libur Lebaran 360 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Sumut, Terbanyak ke Samosir
Selama Libur Lebaran 360 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Sumut, Terbanyak ke Samosir
Medan
Tiga Kasus Jual Beli Bayi Terungkap di Sumatera, Terbaru Digagalkan di Tol Marelan
Tiga Kasus Jual Beli Bayi Terungkap di Sumatera, Terbaru Digagalkan di Tol Marelan
Medan
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Tak Ada Lagi Pejuang Ekonomi Kreatif yang Dikriminalisasi
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Tak Ada Lagi Pejuang Ekonomi Kreatif yang Dikriminalisasi
Medan
Tak Terbukti Korupsi, Ini Pertimbangan Hakim PN Medan Bebaskan Videografer Amsal Sitepu
Tak Terbukti Korupsi, Ini Pertimbangan Hakim PN Medan Bebaskan Videografer Amsal Sitepu
Medan
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo...
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo...
Medan
Dinyatakan Bebas dari Kasus Korupsi Video Profil Desa, Amsal Sitepu: Ini Air Mata Kemenangan
Dinyatakan Bebas dari Kasus Korupsi Video Profil Desa, Amsal Sitepu: Ini Air Mata Kemenangan
Medan
Tangis Videografer Amsal Sitepu Pecah Usai Divonis Bebas, Tak Terbukti Korupsi Video Profil Desa
Tangis Videografer Amsal Sitepu Pecah Usai Divonis Bebas, Tak Terbukti Korupsi Video Profil Desa
Medan
Puting Beliung Terjang Deli Serdang, 100 Rumah Rusak di 4 Kecamatan
Puting Beliung Terjang Deli Serdang, 100 Rumah Rusak di 4 Kecamatan
Medan
Hakim PN Medan Vonis Bebas Videografer Amsal Sitepu di Kasus Dugaan Korupsi Video Profil Desa
Hakim PN Medan Vonis Bebas Videografer Amsal Sitepu di Kasus Dugaan Korupsi Video Profil Desa
Medan
Terbongkarnya Sindikat Jual-beli Bayi Saat Transaksi di Pintu Tol Marelan, 6 Orang Ditangkap
Terbongkarnya Sindikat Jual-beli Bayi Saat Transaksi di Pintu Tol Marelan, 6 Orang Ditangkap
Medan
Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diperiksa Terkait Kasus Videografer Amsal Sitepu
Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diperiksa Terkait Kasus Videografer Amsal Sitepu
Medan
Link Live Streaming Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu Hari Ini di PN Medan
Link Live Streaming Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu Hari Ini di PN Medan
Medan
Topan Ginting, Eks Kadis PUPR Sumut Jalani Sidang Vonis Kasus Korupsi Jalan
Topan Ginting, Eks Kadis PUPR Sumut Jalani Sidang Vonis Kasus Korupsi Jalan
Medan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau