Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejar Tayang Piala AFF U-19, Stadion Teladan Medan Harus Rampung Pertengahan Mei 2026

Kompas.com, 31 Maret 2026, 19:47 WIB
Cristison Sondang Pane,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com - Turnamen sepak bola Piala AFF U-19 dihelat di Sumatera Utara tanggal 1-14 Juni 2026. Namun salah satu vanue yang digunakan, yakni Stadion Teladan sampai sekarang masih dalam pengerjaan.

Proses penyediaan kursi penonton, ruang ganti hingga rumput lapangan terlihat saat Wali Kota Medan, Rico Waas dan Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau stadion itu pada Selasa (31/3/2026).

Kedua kepala daerah itu menyatakan Stadion Teladan harus selesai pada pertengahan Mei 2026. Mereka, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum juga berkomitmen menuntaskannya sebelum kompetisi dihelat.

Baca juga: Proyek Stadion Teladan Terus Molor, Persiapan Piala AFF U-19 Kian Mepet

"Perkiraan, pertengahan Mei sudah selesai, kalau mau dipakai, harus selesai ya, pertengahan Mei," kata Rico Waas kepada wartawan usai mengecek beberapa titik di stadion bersama Bobby Nasution, Selasa (31/3/2026).

Mereka berkeliling melihat progres penyelesaian Stadion Teladan yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang ditangani Pemerintah Kota Medan.

"Intinya kami komitmen melaksanakan ini agar sesuai tenggat waktu yang ditentukan," tutur Rico Waas.

Baca juga: Kejar Deadline Tuan Rumah Piala AFF U-19, Wali Kota Medan Pantau Ketat Progres Stadion Teladan

Dia juga menyampaikan bahwa Gubernur Sumatera Utara sudah memberikan atensi secara khusus, termasuk para pekerja yang direncanakan akan ditambah.

Rico Waas kembali menegaskan, proses pengerjaan ini memang harus penuh sinergi yang lebih komprehensif lagi supaya bisa tercapai harapan tersebut.

Namun demikian, Rico Waas belum dapat merincikan berapa persen tingkat pengerjaan, tapi intinya adalah berada pada tahap finishing.

"Yang penting bisa dipergunakan pada Piala AFF U-19," ujar Rico Waas.

Baca juga: Pembangunan Stadion Teladan Medan Tak Kunjung Kelar, Rico Waas: Saya Rasa Kita Perlu Doakan Bersama

Sementara Bobby Nasution, mengaku optimis Stadion Teladan bisa dipergunakan pada perhelatan Piala AFF U-19. Tapi harus bekerja bersama-sama antara kementerian dan pemerintah daerah.

"Kalau saya sih optimis, tapi optimis itu dibarengi sama-sama," ujar Bobby Nasution.

Dikabarkan pada April 2026 tim dari federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF) akan melakukan verifikasi terhadap tiga stadion dipakai untuk turnamen, yaitu Stadion Teladan Medan, Stadion Utama Sumatera Utara dan Stadion Mini Pancing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Selama Libur Lebaran 360 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Sumut, Terbanyak ke Samosir
Selama Libur Lebaran 360 Ribu Wisatawan Berkunjung ke Sumut, Terbanyak ke Samosir
Medan
Tiga Kasus Jual Beli Bayi Terungkap di Sumatera, Terbaru Digagalkan di Tol Marelan
Tiga Kasus Jual Beli Bayi Terungkap di Sumatera, Terbaru Digagalkan di Tol Marelan
Medan
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Tak Ada Lagi Pejuang Ekonomi Kreatif yang Dikriminalisasi
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Tak Ada Lagi Pejuang Ekonomi Kreatif yang Dikriminalisasi
Medan
Tak Terbukti Korupsi, Ini Pertimbangan Hakim PN Medan Bebaskan Videografer Amsal Sitepu
Tak Terbukti Korupsi, Ini Pertimbangan Hakim PN Medan Bebaskan Videografer Amsal Sitepu
Medan
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo...
Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo...
Medan
Dinyatakan Bebas dari Kasus Korupsi Video Profil Desa, Amsal Sitepu: Ini Air Mata Kemenangan
Dinyatakan Bebas dari Kasus Korupsi Video Profil Desa, Amsal Sitepu: Ini Air Mata Kemenangan
Medan
Tangis Videografer Amsal Sitepu Pecah Usai Divonis Bebas, Tak Terbukti Korupsi Video Profil Desa
Tangis Videografer Amsal Sitepu Pecah Usai Divonis Bebas, Tak Terbukti Korupsi Video Profil Desa
Medan
Puting Beliung Terjang Deli Serdang, 100 Rumah Rusak di 4 Kecamatan
Puting Beliung Terjang Deli Serdang, 100 Rumah Rusak di 4 Kecamatan
Medan
Hakim PN Medan Vonis Bebas Videografer Amsal Sitepu di Kasus Dugaan Korupsi Video Profil Desa
Hakim PN Medan Vonis Bebas Videografer Amsal Sitepu di Kasus Dugaan Korupsi Video Profil Desa
Medan
Terbongkarnya Sindikat Jual-beli Bayi Saat Transaksi di Pintu Tol Marelan, 6 Orang Ditangkap
Terbongkarnya Sindikat Jual-beli Bayi Saat Transaksi di Pintu Tol Marelan, 6 Orang Ditangkap
Medan
Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diperiksa Terkait Kasus Videografer Amsal Sitepu
Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diperiksa Terkait Kasus Videografer Amsal Sitepu
Medan
Link Live Streaming Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu Hari Ini di PN Medan
Link Live Streaming Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu Hari Ini di PN Medan
Medan
Topan Ginting, Eks Kadis PUPR Sumut Jalani Sidang Vonis Kasus Korupsi Jalan
Topan Ginting, Eks Kadis PUPR Sumut Jalani Sidang Vonis Kasus Korupsi Jalan
Medan
Jelang Vonis Amsal Sitepu, Puluhan Papan Bunga Berjejer di PN Medan
Jelang Vonis Amsal Sitepu, Puluhan Papan Bunga Berjejer di PN Medan
Medan
Hari Ini Vonis Kasus Amsal Sitepu Dibacakan, Nasib Videografer Karo di Ujung Palu Hakim
Hari Ini Vonis Kasus Amsal Sitepu Dibacakan, Nasib Videografer Karo di Ujung Palu Hakim
Medan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau