JAKARTA, KOMPAS.com – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sejumlah SPBU diserbu pengendara pada Selasa (31/3/2026).
Kabar naiknya harga BBM beredar di media sosial melalui tangkapan layar sebuah dokumen yang memperlihatkan tabel kenaikan harga-harga BBM mulai dari Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Pertadex, hingga Dexlite.
Baca juga: Isu Kenaikan BBM Bikin Antrean Panjang di SPBU RA Kartini Bekasi
Sejumlah masyarakat pun langsung mengantisipasi kenaikan harga tersebut dengan mengisi penuh tangki kendaraannya hingga menimbulkan antrean mengular di berbagai SPBU di Jakarta hingga Bekasi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di dua SPBU swasta di Jalan Daan Mogot, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular hingga ke jalan arteri.
SPBU pertama adalah BP-AKR yang berada di sisi Jalan Daan Mogot arah Grogol. Di lokasi ini, antrean sepeda motor mencapai lebih dari 20 kendaraan dan meluber ke badan jalan. Antrean mobil juga terlihat, meski tidak sepanjang antrean motor.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Vivo yang berada di seberang lokasi tersebut. Pengendara motor rela mengantre lebih dari 20 menit untuk mengisi bahan bakar.
Antrean SPBU Swasta Vivo di Jalan MT Haryono, Tebet arah Cawang pada Selasa (31/3/2026).Antrean serupa juga terjadi di SPBU Vivo dan SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan yang mengarah ke Cawang.
Baca juga: Ada Isu Kenaikan BBM, Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Gading Serpong
Di SPBU Vivo, antrean mobil bahkan mengular hingga ke badan jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas. Kondisi tersebut memicu suara klakson dari pengendara di belakang antrean.
Dalam situasi itu, sebuah mobil merah terlihat memperlambat laju di tengah jalan, sehingga sepeda motor di belakangnya tidak sempat mengerem dan menabrak bagian belakang mobil tersebut.
Antrean di berbagai SPBU tersebut pun masih terlihat hingga Selasa malam, meski pemerintah telah secara resmi mengumumkan tak ada kenaikan harga BBM.
Salah satunya di SPBU Pertamina 34.171.44 di Jalan RA Kartini, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Kepadatan ini dipicu isu kenaikan harga dan pembatasan BBM oleh pemerintah yang disebut akan berlaku mulai Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Warga Sempat Panik Isu Harga BBM Naik: Dapat Info dari Grup RT
Antrean didominasi sepeda motor yang mengular hingga ke badan jalan. Para pengendara tampak berbaris teratur menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM), meski harus mengantre cukup lama.
Sementara, situasi serupa juga terjadi di SPBU di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan hingga pukul 21.46 WIB malam.
Bahkan, barisan kendaraan masih terus meluber hingga ke badan jalan di sekitar lokasi menjelang waktu tengah malam.
Gari (33), seorang warga Palmerah, Jakarta Barat, mengaku mendapat sebaran informasi kenaikan harga BBM tersebut dari grup-grup percakapan di lingkungannya.
"Kemarin taunya dari grup-grup WhatsApp, grup RT tadi pagi katanya besok naik jadi Rp 17.000 Pertamax-nya," kata Gari saat ditemui Kompas.com saat mengantre di SPBU, Selasa (31/3/2026) malam.
Gari awalnya merasa skeptis dengan informasi yang belum dipastikan kebenarannya itu.
Namun, ia berpikir bahwa informasi tersebut cukup masuk akal mengingat konflik perang yang membuat stok minyak dunia menipis dan harga minyak melonjak.
"Apalagi kan disebut kalau subsidi enggak naik, tapi yang non subsidi dilepas sesuai harga global, jadi masuk akal juga gitu namanya kondisi lagi kayak gini," jelasnya.
Baca juga: Soal Pembatasan BBM, Warga Minta Penggunaan Diprioritaskan untuk Kerja