JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) menegaskan pemisahan usaha atau spin off unit usaha syariah (UUS) belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Bank akan fokus membesarkan bisnis sebelum memenuhi kewajiban pemisahan sesuai ketentuan regulator.
Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan, Bank Jago maupun unit syariahnya masih tergolong sangat muda.
Bank Jago mulai beroperasi sebagai bank digital pada 2021, sedangkan Bank Jago Syariah baru diluncurkan pada 2022.
Baca juga: Purbaya: Banyak yang Daftar Jadi Bos OJK, tapi Sebagian Bukan yang Jago...
"Fokus kami bukan spin-off-nya. Fokusnya gimana gede dulu karena kita masih baru empat tahun," ujar Waasi saat media briefing di kantornya, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Waasi mengakui, setiap entitas bisnis ingin tumbuh besar, termasuk Bank Jago Syariah.
Namun, menurut dia, pertumbuhan yang dimaksud tidak semata-mata diukur dari sisi ukuran aset.
Oleh karenanya, prioritas utama perseroan ialah memperbesar skala bisnis terlebih dahulu dengan memperkuat basis pengguna Bank Jago Syariah dan tingkat kepuasan nasabah.
Hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Bagi Bank Jago dan Bank Jago Syariah itu adalah salah satu yang paling penting. Karena kalau angkanya pasti ngikutin. Nyimpen dana lebih banyak, memanfaatkan pembiayaan atau pinjaman lebih banyak, itu come later. Begitu mereka benar-benar percaya sama Bank Jago dan Jago Syariah," jelasnya.
Setelah basis bisnis Bank Jago dan Bank Jago Syariah kuat, barulah pihaknya siap melaksanakan spin off sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kan aturannya (aset UUS) Rp 50 triliun atau 50 persen (dari perusahaan induk). Ya kalau dari kami, apapun aturannya, nanti kalau sudah kena aturannya, ya pasti kita ikutin. Kita comply," tukasnya.
Sebagai informasi, pada Semester I 2025, Laba bersih setelah pajak (net profit after tax) Bank Jago mencapai Rp 127 miliar, naik 154 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 50 miliar.
Bank Jago mencatat penyaluran kredit Rp 21,4 triliun hingga akhir Juni 2025. Angka ini naik 37 persen dibandingkan posisi Juni 2024 yang sebesar Rp 15,7 triliun.
Per Juni 2025, total nasabah Bank Jago mencapai 17,2 juta, termasuk 13,7 juta nasabah pengguna aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Jumlah pengguna aplikasi meningkat lebih dari 3 juta dari posisi tahun lalu sebanyak 10 juta nasabah.
Baca juga: Kelola THR, Masyarakat bisa Investasi ke Obligasi Negara hingga Reksadana Syariah
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang