Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Jago Fokus Besarkan Skala Bisnis Sebelum Spin Off Unit Usaha Syariah

Kompas.com, 5 Maret 2026, 10:23 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) menegaskan pemisahan usaha atau spin off unit usaha syariah (UUS) belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Bank akan fokus membesarkan bisnis sebelum memenuhi kewajiban pemisahan sesuai ketentuan regulator.

Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengatakan, Bank Jago maupun unit syariahnya masih tergolong sangat muda.

Bank Jago mulai beroperasi sebagai bank digital pada 2021, sedangkan Bank Jago Syariah baru diluncurkan pada 2022.

Baca juga: Purbaya: Banyak yang Daftar Jadi Bos OJK, tapi Sebagian Bukan yang Jago...

"Fokus kami bukan spin-off-nya. Fokusnya gimana gede dulu karena kita masih baru empat tahun," ujar Waasi saat media briefing di kantornya, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Waasi mengakui, setiap entitas bisnis ingin tumbuh besar, termasuk Bank Jago Syariah.

Namun, menurut dia, pertumbuhan yang dimaksud tidak semata-mata diukur dari sisi ukuran aset.

Oleh karenanya, prioritas utama perseroan ialah memperbesar skala bisnis terlebih dahulu dengan memperkuat basis pengguna Bank Jago Syariah dan tingkat kepuasan nasabah.

Hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Bagi Bank Jago dan Bank Jago Syariah itu adalah salah satu yang paling penting. Karena kalau angkanya pasti ngikutin. Nyimpen dana lebih banyak, memanfaatkan pembiayaan atau pinjaman lebih banyak, itu come later. Begitu mereka benar-benar percaya sama Bank Jago dan Jago Syariah," jelasnya.

Setelah basis bisnis Bank Jago dan Bank Jago Syariah kuat, barulah pihaknya siap melaksanakan spin off sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kan aturannya (aset UUS) Rp 50 triliun atau 50 persen (dari perusahaan induk). Ya kalau dari kami, apapun aturannya, nanti kalau sudah kena aturannya, ya pasti kita ikutin. Kita comply," tukasnya.

Sebagai informasi, pada Semester I 2025, Laba bersih setelah pajak (net profit after tax) Bank Jago mencapai Rp 127 miliar, naik 154 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 50 miliar.

Bank Jago mencatat penyaluran kredit Rp 21,4 triliun hingga akhir Juni 2025. Angka ini naik 37 persen dibandingkan posisi Juni 2024 yang sebesar Rp 15,7 triliun.

Per Juni 2025, total nasabah Bank Jago mencapai 17,2 juta, termasuk 13,7 juta nasabah pengguna aplikasi Jago dan Jago Syariah.

Jumlah pengguna aplikasi meningkat lebih dari 3 juta dari posisi tahun lalu sebanyak 10 juta nasabah.

Baca juga: Kelola THR, Masyarakat bisa Investasi ke Obligasi Negara hingga Reksadana Syariah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau