JAKARTA, KOMPAS.com – Danone Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara melalui penyediaan akses air bersih serta instalasi pengolahan air di berbagai fasilitas kesehatan.
Program ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir dan kerusakan infrastruktur yang melanda sejumlah wilayah sejak November 2025, yang menyebabkan terganggunya layanan air bersih di rumah sakit dan puskesmas.
Sebagai bagian dari kolaborasi antara Danone Indonesia, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dan pemerintah daerah, dukungan tersebut ditujukan untuk memastikan layanan medis, sanitasi, serta operasional fasilitas kesehatan tetap berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan.
Baca juga: Satgas PRR Aceh Salurkan Bantuan Peralatan Dapur ke 600 KK di Bireuen
VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, pemulihan akses air bersih menjadi faktor kunci dalam mempercepat normalisasi layanan kesehatan setelah bencana.
“Air adalah hal yang paling dasar untuk kehidupan dan menjadi kebutuhan utama di setiap fasilitas kesehatan. Tanpa air bersih, layanan medis, persalinan, hingga sanitasi tidak mungkin berjalan dengan aman,” ujar Vera dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/3/2025).
Menurut dia, pengalaman panjang Danone dalam pengelolaan air menjadi dasar bagi perusahaan untuk turut membangun infrastruktur penyediaan air bersih di wilayah terdampak.
“Pengalaman panjang kami dalam pengelolaan air, termasuk rekam jejak AQUA selama 53 tahun menjaga kualitas air di Indonesia serta lebih dari 71 tahun pengalaman dalam menyediakan produk nutrisi, menjadi dasar kami untuk membangun infrastruktur penyediaan air bersih dan instalasi water treatment bagi fasilitas kesehatan di Aceh dan Sumatra,” kata Vera.
Secara keseluruhan, dukungan diberikan kepada 7 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 29 puskesmas serta puskesmas pembantu di wilayah terdampak. Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan 35 titik sumber air bersih (deep well) serta pemasangan 7 unit instalasi pengolahan air (water treatment).
Infrastruktur tersebut tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, Kota Langsa, Aceh Tengah, hingga Tapanuli Tengah di Sumatera Utara.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan Danone Indonesia terkait dukungan akses air bersih untuk pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Agus Jamaludin mengatakan ketersediaan air bersih merupakan faktor penting dalam menjaga mutu layanan kesehatan, terutama di wilayah terdampak bencana.
“Ketersediaan air bersih merupakan komponen esensial dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien, terutama di wilayah terdampak bencana,” ujar Agus.
Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh kerja sama konstruktif antara sektor swasta dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan.
“Kerja sama antara Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dan Danone Indonesia ini menunjukkan bentuk kolaborasi yang konstruktif dalam mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatra,” kata dia.
Baca juga: OJK Restrukturisasi Kredit Rp 12,6 Triliun untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya