Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Danone Bangun Infrastruktur Air Bersih

Kompas.com, 5 Maret 2026, 11:29 WIB
Yohana Artha Uly,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Danone Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara melalui penyediaan akses air bersih serta instalasi pengolahan air di berbagai fasilitas kesehatan.

Program ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir dan kerusakan infrastruktur yang melanda sejumlah wilayah sejak November 2025, yang menyebabkan terganggunya layanan air bersih di rumah sakit dan puskesmas.

Sebagai bagian dari kolaborasi antara Danone Indonesia, Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dan pemerintah daerah, dukungan tersebut ditujukan untuk memastikan layanan medis, sanitasi, serta operasional fasilitas kesehatan tetap berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan.

Baca juga: Satgas PRR Aceh Salurkan Bantuan Peralatan Dapur ke 600 KK di Bireuen

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, pemulihan akses air bersih menjadi faktor kunci dalam mempercepat normalisasi layanan kesehatan setelah bencana.

“Air adalah hal yang paling dasar untuk kehidupan dan menjadi kebutuhan utama di setiap fasilitas kesehatan. Tanpa air bersih, layanan medis, persalinan, hingga sanitasi tidak mungkin berjalan dengan aman,” ujar Vera dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/3/2025).

Menurut dia, pengalaman panjang Danone dalam pengelolaan air menjadi dasar bagi perusahaan untuk turut membangun infrastruktur penyediaan air bersih di wilayah terdampak.

“Pengalaman panjang kami dalam pengelolaan air, termasuk rekam jejak AQUA selama 53 tahun menjaga kualitas air di Indonesia serta lebih dari 71 tahun pengalaman dalam menyediakan produk nutrisi, menjadi dasar kami untuk membangun infrastruktur penyediaan air bersih dan instalasi water treatment bagi fasilitas kesehatan di Aceh dan Sumatra,” kata Vera.

Secara keseluruhan, dukungan diberikan kepada 7 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 29 puskesmas serta puskesmas pembantu di wilayah terdampak. Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan 35 titik sumber air bersih (deep well) serta pemasangan 7 unit instalasi pengolahan air (water treatment).

Infrastruktur tersebut tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie Jaya, Kota Langsa, Aceh Tengah, hingga Tapanuli Tengah di Sumatera Utara.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan Danone Indonesia terkait dukungan akses air bersih untuk pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Agus Jamaludin mengatakan ketersediaan air bersih merupakan faktor penting dalam menjaga mutu layanan kesehatan, terutama di wilayah terdampak bencana.

“Ketersediaan air bersih merupakan komponen esensial dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien, terutama di wilayah terdampak bencana,” ujar Agus.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh kerja sama konstruktif antara sektor swasta dan pemerintah dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan.

“Kerja sama antara Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI dan Danone Indonesia ini menunjukkan bentuk kolaborasi yang konstruktif dalam mendukung percepatan pemulihan layanan kesehatan di Aceh dan Sumatra,” kata dia.

Baca juga: OJK Restrukturisasi Kredit Rp 12,6 Triliun untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Cara Cek Sertifikat Tanah Online, Praktis Langsung dari HP
Ekbis
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Laba Anabatic (ATIC) Tumbuh 13,2 Persen, Strategi Digital Jadi Kunci
Ekbis
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
Tren Ramadhan 2026, Konsumen Mulai Pilih Produk Bernilai Tinggi
BrandzView
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Lelang SUN Serap Rp40 Triliun, Seri FR0109 Paling Diminati
Ekbis
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Sulfur di Tengah Gejolak Global
Industri
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di NTT Dikebut, Sebagian Mulai Beroperasi Tahun Depan
Ekbis
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Rupiah Menguat ke Rp 16.979, Pasar Cermati Sinyal Reda Konflik Timur Tengah
Ekbis
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Tambak Udang Sumba Diproyeksi Serap 8.820 Tenaga Kerja, Bidik Devisa Rp 4,5 Triliun per Tahun
Ekbis
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Proyek Tambak Udang Rp 7,2 Triliun di Sumba Dibiayai Pinjaman Asing
Ekbis
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Menaker Akan Evaluasi Imbauan WFH Swasta, BUMN, dan BUMD dalam 2 Bulan
Ekbis
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Stok BBM Indonesia Aman, Pertamina: Cadangan Dalam Kondisi Cukup
Ekbis
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Jamkrindo Syariah Bukukan Laba Bersih Rp 141,03 Miliar pada 2025
Syariah
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Danamon (BDMN) Setor Dividen Rp 142,19 per Saham, Total Rp 1,4 Triliun dari Laba 2025
Ekbis
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Wisman Tumbuh Dua Digit, Turis China Melonjak Tajam pada Februari 2026
Ekbis
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Tambak Udang KKP di Waingapu Ditargetkan Produksi 52.000 Ton per Tahun
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau