Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konflik Timteng Picu Lonjakan Harga Energi, InJourney Pantau Potensi Kenaikan Tarif Tiket Pesawat

Kompas.com, 12 Maret 2026, 12:41 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola bandara PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memantau perkembangan harga bahan bakar yang berpotensi naik akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Kenaikan harga energi global tersebut dikhawatirkan berdampak pada industri penerbangan, termasuk kemungkinan penyesuaian tarif tiket oleh maskapai.

Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, hingga saat ini belum ada rencana resmi dari maskapai untuk menaikkan harga tiket akibat lonjakan harga bahan bakar.

Baca juga: Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 5 Persen

“Sampai hari ini belum ada rencana dari maskapai untuk menaikkan harga tiket. Namun dengan kondisi yang terjadi sekarang, semua manajemen baik di airport maupun airlines tentu sedang memotret situasi ini dan melakukan mitigasi,” ujar Achmad di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, dinamika geopolitik global membuat seluruh pelaku industri aviasi harus lebih waspada dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk dampak terhadap biaya operasional.

Menurut Achmad, pengelola bandara juga ikut merasakan potensi dampak dari kenaikan harga energi karena operasional bandara turut bergantung pada bahan bakar seperti solar.

“Dari sisi airport juga menjadi perhatian, karena operasional bandara memiliki kebutuhan bahan bakar seperti solar dan lainnya. Ini juga menjadi concern kami,” katanya.

Karena itu, InJourney Airports telah melakukan pembahasan internal untuk menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi global semakin memburuk.

“Kami sudah melakukan pembahasan internal mengenai bagaimana memitigasi risiko dan menyiapkan berbagai skenario, bahkan sampai pada kondisi terburuk,” ujar Achmad.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan terkait kemungkinan penyesuaian tarif tiket sepenuhnya berada di tangan maskapai penerbangan.

“Kalau terkait rencana maskapai untuk menaikkan tarif tiket, mungkin lebih tepat jika ditanyakan langsung kepada pihak airlines,” tegas dia.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Perang Iran Ganggu Pasokan Global

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau