JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola bandara PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memantau perkembangan harga bahan bakar yang berpotensi naik akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan harga energi global tersebut dikhawatirkan berdampak pada industri penerbangan, termasuk kemungkinan penyesuaian tarif tiket oleh maskapai.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, hingga saat ini belum ada rencana resmi dari maskapai untuk menaikkan harga tiket akibat lonjakan harga bahan bakar.
Baca juga: Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 5 Persen
“Sampai hari ini belum ada rencana dari maskapai untuk menaikkan harga tiket. Namun dengan kondisi yang terjadi sekarang, semua manajemen baik di airport maupun airlines tentu sedang memotret situasi ini dan melakukan mitigasi,” ujar Achmad di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, dinamika geopolitik global membuat seluruh pelaku industri aviasi harus lebih waspada dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk dampak terhadap biaya operasional.
Menurut Achmad, pengelola bandara juga ikut merasakan potensi dampak dari kenaikan harga energi karena operasional bandara turut bergantung pada bahan bakar seperti solar.
“Dari sisi airport juga menjadi perhatian, karena operasional bandara memiliki kebutuhan bahan bakar seperti solar dan lainnya. Ini juga menjadi concern kami,” katanya.
Karena itu, InJourney Airports telah melakukan pembahasan internal untuk menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi global semakin memburuk.
“Kami sudah melakukan pembahasan internal mengenai bagaimana memitigasi risiko dan menyiapkan berbagai skenario, bahkan sampai pada kondisi terburuk,” ujar Achmad.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan terkait kemungkinan penyesuaian tarif tiket sepenuhnya berada di tangan maskapai penerbangan.
“Kalau terkait rencana maskapai untuk menaikkan tarif tiket, mungkin lebih tepat jika ditanyakan langsung kepada pihak airlines,” tegas dia.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Perang Iran Ganggu Pasokan Global
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang