Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketegangan AS-Iran Picu Volatilitas, Investor Kripto Diimbau Tak Impulsif

Kompas.com, 30 Maret 2026, 14:15 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketegangan geopolitik global, khususnya dinamika hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dinilai turut memengaruhi pergerakan berbagai instrumen investasi, termasuk aset kripto.

Dalam kondisi ketidakpastian tersebut, investor diingatkan untuk tidak mengambil keputusan secara impulsif dan tetap mengedepankan manajemen risiko.

Upbit Indonesia dalam keterangan resminya pada Senin (30/3/2026) menyebutkan, eskalasi konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada stabilitas politik global, tetapi juga berimbas pada kondisi ekonomi dunia serta likuiditas pasar keuangan.

Baca juga: Prediksi Fintech Kripto 2026: Tokenisasi dan Regulasi OJK

Ilustrasi aset kripto. PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto.

Dalam situasi seperti ini, sentimen investor cenderung menjadi lebih sensitif terhadap perkembangan berita dan kebijakan internasional.

Ketegangan geopolitik juga dapat meningkatkan volatilitas pasar dan menggeser preferensi investor terhadap aset yang dianggap lebih aman atau berpotensi sebagai lindung nilai.

Beberapa pekan terakhir, pasar kripto menunjukkan respons yang cukup signifikan terhadap kondisi global tersebut. Harga Bitcoin (BTC), misalnya, sempat menyentuh kisaran 73.000 dollar AS pada pertengahan Maret 2026.

Namun, harga tersebut kemudian mengalami koreksi ke level 71.000 dollar AS seiring berlanjutnya ketidakpastian global, termasuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Baca juga: Bitcoin Tembus 75.600 Dollar AS di Tengah Perang Timur Tengah, Kripto Jadi Safe Haven?

Pergerakan ini memperkuat pandangan bahwa aset digital semakin dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio di tengah tekanan global, meskipun tetap memiliki tingkat volatilitas yang tinggi.

Harga aset kripto juga dinilai sangat responsif terhadap perkembangan berita global, sehingga pergerakannya cenderung cepat dan fluktuatif.

COO Upbit Indonesia Resna RaniadiDok. Upbit Indonesia COO Upbit Indonesia Resna Raniadi

Chief Executive Officer (CEO) Upbit Indonesia Resna Raniadi menekankan pentingnya pemahaman investor terhadap faktor-faktor global yang memengaruhi pasar kripto.

“Ketegangan geopolitik dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar global dan memengaruhi berbagai kelas aset, termasuk kripto. Dalam situasi seperti ini, investor perlu tetap fokus pada manajemen risiko, memahami dinamika pasar, serta menghindari keputusan investasi yang impulsif akibat sentimen jangka pendek,” ujar Resna.

Baca juga: Bear Market Tekan Harga Kripto, Investor Bisa Pakai 5 Strategi Ini

Ia menjelaskan, pendekatan investasi yang bijak menjadi kunci utama, terutama ketika pasar bergerak sangat cepat mengikuti perkembangan global. Investor disarankan untuk memprioritaskan edukasi serta memahami profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan strategi investasi jangka panjang sebagai bagian dari pengelolaan portofolio. Menurut Resna, langkah ini penting untuk menghadapi dinamika pasar yang cenderung tidak stabil dalam jangka pendek.

Resna juga menyoroti pentingnya memperbarui informasi terkait kondisi ekonomi global, perkembangan regulasi, serta tren pasar kripto.

Dengan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap berbagai faktor tersebut, investor dinilai dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.

Baca juga: Inflasi AS Stabil 2,4 Persen, Pasar Kripto Tunggu Arah Suku Bunga The Fed

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang beroperasi secara resmi di Indonesia, Upbit Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong literasi masyarakat terkait investasi aset digital.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai inisiatif edukasi serta penyediaan informasi yang transparan kepada publik.

Melalui langkah tersebut, perusahaan berharap masyarakat dapat memahami peluang sekaligus risiko dalam berinvestasi di pasar kripto, terutama di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Di sisi lain, dinamika geopolitik global disebut akan terus menjadi faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk aset digital.

Baca juga: CFX Rilis Laporan Data Industri Kripto, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp 24,33 T

Oleh karena itu, investor dinilai perlu mencermati perkembangan global secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan investasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau