Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trump Ingin Kuasai Minyak Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kompas.com, 30 Maret 2026, 13:50 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

NEW YORK, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kemungkinan untuk mengambil minyak Iran di tengah konflik yang terus memanas di Timur Tengah hingga memasuki pekan kelima.

Dalam wawancara dengan Financial Times pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat, Trump mengatakan preferensinya adalah menguasai minyak Iran, bahkan menyebut kemungkinan merebut pusat ekspor minyak utama Iran di Pulau Kharg.

“Hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS berkata: ‘mengapa Anda melakukan itu?’ Tapi mereka memang orang bodoh,” kata Trump, dikutip dari CNBC, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Trump Klaim Iran Setujui Tuntutan AS, Singgung Rencana Ambil Minyak

Ilustrasi kilang minyak Iran.Reuters Ilustrasi kilang minyak Iran.

Ia menambahkan, opsi tersebut masih terbuka.

“Mungkin kita akan merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” ujarnya.

Trump juga mengakui bahwa langkah tersebut berpotensi membuat AS harus bertahan di wilayah itu dalam waktu lama.

Menurut laporan Reuters, pemerintah AS telah mempertimbangkan pengiriman pasukan darat ke Pulau Kharg, meski sumber yang mengetahui rencana tersebut memperingatkan bahwa operasi semacam itu “sangat berisiko”, mengingat Iran memiliki kemampuan menyerang pulau tersebut dengan rudal dan drone.

Baca juga: Mesir Hadapi Krisis Energi: Toko Tutup, WFH Ditingkatkan Akibat Perang Iran

Pihak Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Harga minyak dunia melonjak

Ilustrasi harga minyak mentah. SHUTTERSTOCK/GAS-PHOTO Ilustrasi harga minyak mentah.

Pernyataan Trump muncul di tengah eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran yang meluas di kawasan, meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi global.

Harga minyak dunia pun melonjak. Kontrak berjangka Brent untuk Mei naik lebih dari 3,2 persen menjadi 116,12 dollar AS per barrel pada perdagangan awal Asia, dengan potensi kenaikan bulanan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 3,4 persen ke level 102,96 dollar AS per barrel.

Baca juga: Gejolak Timur Tengah: Minyak Brent dan WTI Menguat, Jalur Pelayaran Terancam

Laporan The Washington Post menyebut Pentagon tengah bersiap menghadapi kemungkinan konflik darat selama beberapa pekan di Iran.

Sekitar 3.500 pasukan dilaporkan telah tiba di kawasan pada Jumat, ditambah ribuan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang diperintahkan mendukung operasi militer.

Negosiasi dan pesan yang saling bertolak belakang

Trump sebelumnya menyatakan bahwa negosiator Iran “memohon” kesepakatan untuk mengakhiri perang, meski klaim tersebut dibantah oleh Teheran yang menyebut tidak ada interaksi langsung dengan AS.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau