Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025, seiring dengan tren pemulihan pasar aset kripto.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 284,75 miliar pada 2025, meningkat 181,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh kinerja segmen perdagangan derivatif yang mencatat lonjakan signifikan.
Baca juga: IPO Besar Warnai 2025, EMAS Terbesar, COIN Catat Return Tertinggi
Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.Pendapatan dari segmen ini tercatat naik 7.623 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 60,17 miliar, dengan kontribusi sebesar 21,13 persen terhadap total pendapatan COIN.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, EBITDA Perseroan juga tumbuh 156,29 persen YoY menjadi Rp 131,05 miliar. Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp 49,10 miliar atau meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk Ade Wahyu mengatakan, kondisi pasar aset kripto sepanjang 2025 yang bergerak positif mendorong peningkatan volume transaksi dan berdampak pada kinerja fundamental Perseroan.
“Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Jumlah konsumen yang terus bertambah, serta adopsi yang semakin positif, khususnya pada produk derivatif di Bursa Kripto CFX, menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan,” ujar Ade dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Perusahaan Milik Hashim Djojohadikusumo Jadi Pemegang Saham COIN
Selain mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba, perseroan juga memperbaiki struktur neraca keuangannya. Liabilitas ditekan menjadi Rp 53,71 miliar dari Rp 234,99 miliar pada akhir 2024.
Ilustrasi aset kripto, kripto. Di sisi lain, total aset perseroan meningkat 5 persen menjadi Rp 1,602 triliun. Peningkatan aset ini didorong oleh kegiatan operasional yang stabil, termasuk dari kuatnya transaksi di segmen derivatif.
Memasuki tahun 2026, Ade memproyeksikan kondisi pasar yang lebih dinamis akibat ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik. Namun, ia melihat kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi pertumbuhan segmen derivatif.
“Di tengah volatilitas pasar, produk derivatif kripto dapat dimanfaatkan oleh konsumen sebagai instrumen lindung nilai (hedging). Oleh karena itu, segmen derivatif ini akan melanjutkan tren pertumbuhannya dan tetap menjadi salah satu penyumbang bagi pendapatan Perseroan ke depan,” kata dia.
Baca juga: Lepas dari Pemantauan Khusus FCA, Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) Masih Menguat
Ia menambahkan, perseroan akan terus memperkuat portofolio usaha dan menangkap peluang baru guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.
“Kami juga akan terus memperkuat portofolio usaha dan berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa Kripto CFX dan Lembaga Kustodian ICC, agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ade.
Sebagai informasi, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua entitas, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga kustodian aset kripto.
Kedua entitas tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang