Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas upaya menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan global yang meningkat akibat konflik geopolitik.
Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dinilai berhasil mempertahankan harga BBM tetap stabil di tengah lonjakan harga energi dunia.
Menurut Sarmuji, situasi global saat ini ditandai dengan ketidakpastian yang tinggi, terutama akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berdampak langsung terhadap harga energi.
Baca juga: Aturan Baru Terbit, Pembelian BBM Subsidi Maksimal 50 Liter per Hari
Ilustrasi BBM Pertamina di SPBU. “Dalam kondisi seperti sekarang, bisa tidak naik harga, khususnya BBM subsidi, itu sudah merupakan perjuangan yang tidak mudah. Pemerintah menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada rakyat dengan menjaga daya beli di tengah tekanan global,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Ia menilai, keputusan pemerintah untuk menahan kenaikan harga BBM, terutama BBM bersubsidi, merupakan langkah strategis di tengah tekanan eksternal yang semakin kompleks.
Sarmuji juga berharap konflik geopolitik yang terjadi dapat segera mereda sehingga tekanan terhadap harga minyak dunia berkurang dan tidak semakin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Semoga konflik segera berakhir agar harga minyak dunia kembali stabil dan tidak terus membebani APBN,” kata dia.
Baca juga: Pertamina Jamin Stok BBM Aman, Harga Tak Naik per 1 April 2026
Lebih lanjut, Sarmuji menekankan bahwa stabilitas harga BBM memiliki dampak luas terhadap perekonomian nasional.
Perbandingan Harga BBM ASEAN 2026 Imbas Perang AS?Israel vs Iran, Singapura Termahal, Bagaimana Posisi Indonesia?Menurut dia, kebijakan tersebut berpengaruh terhadap pengendalian inflasi dan menjaga biaya logistik agar tidak meningkat signifikan.
“Stabilitas harga BBM memiliki efek domino yang sangat besar terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menjaga inflasi tetap terkendali dan memastikan biaya logistik tidak melonjak tajam,” ujarnya.
Selain itu, Fraksi Partai Golkar mendorong pemerintah untuk terus memperkuat strategi mitigasi risiko di sektor energi. Beberapa langkah yang disoroti antara lain optimalisasi cadangan energi nasional, diversifikasi sumber energi, serta peningkatan efisiensi distribusi BBM agar tepat sasaran.
Baca juga: Pemerintah Jaga Pasokan BBM untuk Rakyat Kecil
Sarmuji juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan subsidi dan kompensasi energi agar kebijakan yang dijalankan tetap akuntabel dan berkelanjutan.
“Ke depan, tantangan sektor energi masih akan sangat dinamis. Karena itu, konsistensi kebijakan dan kecepatan respons pemerintah menjadi kunci. Fraksi Partai Golkar DPR RI akan terus memberikan dukungan sekaligus pengawasan konstruktif agar kebijakan energi nasional tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” kata Sarmuji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang