Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3,1 Juta Kendaraan Masuk Jakarta, Arus Balik Belum Usai Hingga H+9 Lebaran

Kompas.com, 1 April 2026, 09:00 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran 2026 masih mengalir deras menuju Jakarta. Hingga H+9 Idul Fitri, jumlah kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek telah menembus 3,1 juta unit, mendekati total proyeksi yang diperkirakan selama periode mudik dan balik tahun ini.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, dalam periode 11–30 Maret 2026.

“Secara kumulatif sebanyak 3,1 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 93,3 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026,” ujar Rivan dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Survei KedaiKOPI: 85 Persen Masyarakat Berencana Mudik Lebaran dan Manfaatkan Mudik Gratis

Dominasi arus balik terlihat dari arah timur yang mencakup Trans Jawa dan Bandung. Jumlahnya mencapai 1,5 juta kendaraan atau 47,5 persen dari total kendaraan yang kembali ke Jabotabek.

“Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 1,5 juta kendaraan (47,5 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung),” kata Rivan.

Sementara itu, dari arah barat atau Merak tercatat sebanyak 928.370 kendaraan atau 29,3 persen, dan dari arah selatan atau Puncak sebanyak 733.641 kendaraan atau 23,2 persen.

Baca juga: Perjalanan Mudik Turun, Penumpang Naik: Sinyal Baru Pola Perjalanan Lebaran 2026

Arus Timur Jadi Penopang Utama

Rinciannya, kendaraan dari Trans Jawa yang melintas melalui Gerbang Tol Cikampek Utama mencapai 846.535 unit atau meningkat 51,2 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara dari arah Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat sebanyak 658.125 kendaraan atau naik 3,0 persen.

Dari arah barat, kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Cikupa mencapai 928.370 unit atau meningkat 1,0 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun dari arah selatan melalui Gerbang Tol Ciawi tercatat sebanyak 733.641 kendaraan atau naik 3,2 persen.

Pada H+9 Idul Fitri 1447 H/2026 saja, volume kendaraan yang kembali ke Jabotabek mencapai 176.740 unit atau meningkat 36,3 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 129.695 kendaraan.

Rinciannya, sebanyak 86.733 kendaraan berasal dari arah timur atau naik 57,8 persen dibandingkan kondisi normal, 55.713 kendaraan dari arah barat atau meningkat 28,74 persen, dan 34.294 kendaraan dari arah selatan atau naik 9 persen.

Baca juga: Arus Balik, Jasa Marga Berlakukan One Way Lokal di Tol Semarang KM 425–422

Rivan menyebut, arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga H+10 Lebaran 2026, meskipun volumenya mulai menurun seiring berakhirnya masa libur panjang.

“Dengan data tersebut, pergerakan arus balik masih akan berlangsung hingga H+10 Lebaran 2026 atau Selasa, 31 Maret 2026, meskipun dengan volume yang cenderung menurun,” ujarnya.

Ia mengimbau pengguna jalan untuk tetap memperhatikan kesiapan perjalanan.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan,” tegas dia.

Baca juga: Jumlah Perjalanan Selama Periode Mudik Lebaran Menurun, Apa Sebabnya?

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau