JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar saham Asia melonjak pada Rabu pagi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, AS akan meninggalkan Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Hal tersebut akan dilakukan terlepas dari apakah kesepakatan telah tercapai dengan Teheran atau tidak.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik hampir 4 persen pada perdagangan awal. Sementara Kospi di Korea Selatan naik lebih dari 6 persen. Namun, kedua indeks tersebut masih diperdagangkan lebih rendah daripada sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan Juni diperdagangkan 1,2 persen lebih tinggi menjadi 105,36 dollar AS per barrel.
Hal ini terjadi setelah harga Brent untuk pengiriman bulan Mei naik sebesar 64 persen pada Maret dan mencatat rekor kenaikan. Kenaikan terjadi karena Iran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang menggunakan Selat Hormuz, yang secara efektif menutup jalur pelayaran utama tersebut.
Kemarin, Trump mengatakan Iran memohon untuk membuat kesepakatan.
Baca juga: Sinyal Perdamaian Iran Tekan Harga Minyak Dunia
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya memiliki kemauan untuk mengakhiri perang, tetapi menuntut jaminan tertentu untuk mencegah terulangnya agresi di masa depan.
Sebagai catatan, patokan global untuk minyak adalah kontrak untuk membeli satu barrel minyak mentah Brent satu bulan ke depan. Ketika harga ini naik, biasanya harga bahan bakar juga ikut naik, karena minyak merupakan komponen kunci.
Economist Intelligence Unit Nicolas Daher mengatakan, lonjakan harga minyak pada Maret lalu merupakan kenaikan bulanan terbesar sejak 1990 ketika invasi Irak ke Kuwait. Waktu itu, invasi menyebabkan pasokan minyak kedua negara terhenti dan mengakibatkan guncangan pasokan energi.
"Hal ini juga memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak yang meluas dari negara-negara Teluk lainnya, yang menyebabkan lonjakan biaya energi," kata dia dikutip dari BBC, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, lonjakan harga terbaru ini dipicu oleh ekspektasi, konflik akan berlanjut setidaknya hingga akhir April.
Baca juga: Purbaya Pastikan APBN Aman Meski Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS
Pengamat Saxo Bank Ole Hansen menyampaikan, perusahaan penyulingan minyak juga semakin agresif dalam mengajukan penawaran untuk minyak mentah. Mereka berupaya meningkatkan produksi seiring pasar di seluruh dunia dilanda kekurangan bahan bakar jet dan diesel.
Pertempuran terus berlanjut di Timur Tengah. Ibu kota Lebanon, Beirut, dihantam serangan udara pada hari Selasa, dengan militer Israel mengatakan bahwa serangan itu menargetkan tokoh senior Hizbullah.
Trump diperkirakan akan menyampaikan pidato kepada publik pada Rabu malam tentang perang tersebut.
Negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan sangat terpukul oleh konflik ini karena sangat bergantung pada energi dari Timur Tengah.
Sedangkan, pasar keuangan di kedua negara berfluktuasi tajam dalam beberapa pekan terakhir karena investor bereaksi terhadap perkembangan perang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang