Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jangan Lalai Saat Cek Radiator, Mobil Bisa Overheat

JAKARTA, KOMPAS.com - Merapah Trans Jawa 2024 Pesona Pesisir Selatan Jawa juga menggunakan Gran Max untuk membawa perlengkapan. Saat di perjalanan, mobil sempat mengalami masalah overheat pada bagian mesin.

Ketika perjalanan dari Pacitan menuju Lumajang, Gran Max yang digunakan mengalami overheat ketika sampai di Tulungagung. Saat dicek, air radiator ternyata sudah terkuras habis.

Setelah diperiksa, ternyata tutup radiator telah terbuka. Untungnya, tutup radiator tidak sampai hilang dan masih tersangkut di ruang mesin.

Setelah dicek dan dipastikan tidak ada kebocoran, Tim Merapah Trans Jawa 2024 pun akhirnya menambahkan air radiator. Namun, mesin kembali mengalami overheat setelah berjalan beberapa kilometer.

Frengky Sugianto, Kepala Bengkel Astra Daihatsu Kediri dan Blitar, mengatakan, terjadi "masuk angin" pada sirkulasi radiator. Jadi, air radiator tidak bisa mengalir dengan sempurna.

"Setelah dikasih air kenapa masih panas? Karena ada udara masuk. Saat air dimasukkan, ada udara yang terperangkap di dalam sirkulasi. Sehingga, udara tersebut harus dibuang," ujar Frengky, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

"Kalau di Gran Max, dia ada saluran khusus untuk membuang udara tadi. Ada di bagian atas, tepatnya di bawah jok sebelah kiri," kata Frengky.

Frengky mengatakan, saat mengisi air radiator, sebaiknya posisi mesin dalam kondisi mati. Tapi, kalau mau membuang udara yang terjebak tadi, radiatornya jangan ditutup dulu, biarkan saja terbuka.

"Penyebab utamanya mungkin ada yang mengecek air radiator, lalu menutupnya kurang rapat. Sehingga, saat mobil berjalan, lama kelamaan akan terbuka," ujarnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/04/18/190100615/jangan-lalai-saat-cek-radiator-mobil-bisa-overheat

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com