Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Perlukah Sering Membuka Sirkulasi Udara Kabin Mobil? Ini Penjelasannya

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan fitur sirkulasi udara pada kabin mobil kerap menimbulkan pertanyaan, apakah harus selalu ditutup atau sesekali dibuka.

Sebagian pengguna beranggapan, membuka sirkulasi udara bisa menjaga kualitas udara di dalam kabin tetap baik.

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama jika melihat kondisi lingkungan di Indonesia. Udara luar yang masuk ke kabin justru berpotensi membawa polusi.

Manager Operasional Sentral AC Bogor Yuke Bebasari mengatakan, membuka sirkulasi udara di kondisi tertentu bisa berdampak negatif. Terutama saat mobil digunakan di area dengan tingkat polusi tinggi.

“Kalau di Indonesia, kalau kita buka udaranya, sirkulasi itu bukannya tambah bagus, malah udara dari luar masuk, campur dengan bau, terlebih asap knalpot,” kata Yuke kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Menurut dia, kualitas udara luar di jalan raya umumnya tidak cukup baik untuk dijadikan sumber sirkulasi. Pengemudi bisa merasakan langsung perbedaannya saat fitur tersebut diaktifkan.

“Coba dengan mobil sendiri, buka sirkulasi udaranya. Pasti terasa itu tidak akan baik untuk kabin,” ujarnya.

Meski begitu, bukan berarti fitur ini tidak boleh digunakan sama sekali. Yuke menjelaskan, sirkulasi udara dari luar masih bisa dimanfaatkan dalam kondisi lingkungan yang bersih.

“Kalau di daerah pegunungan yang tidak ada polusi, silakan saja dibuka, tidak masalah,” kata dia.

Pada mobil modern, bahkan sudah ada sistem yang dapat mengatur sirkulasi udara secara otomatis. Sistem ini akan menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara di luar kendaraan.

Dengan demikian, penggunaan sirkulasi udara kabin sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Untuk penggunaan harian di perkotaan Indonesia, mode sirkulasi tertutup dinilai masih lebih ideal.

https://otomotif.kompas.com/read/2026/03/31/103308515/perlukah-sering-membuka-sirkulasi-udara-kabin-mobil-ini-penjelasannya

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com