Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gaikindo Ungkap Rencana Investasi Baru Kendaraan Listrik

Kompas.com, 15 Mei 2019, 14:24 WIB
Setyo Adi Nugroho,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto telah mengungkapkan rencana beberapa merek yang mencoba mengembangkan produk listrik di Indonesia. Salah satunya adalah BYD Company yang merupakan pabrikan kendaraan listrik dari China.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi angkat bicara mengenai beberapa merek yang dikabarkan masuk ke Tanah Air. Nangoi menganggap kehadiran mereka positif untuk iklim investasi di Indonesia.

“BYD itu mobil memang terkenal di China dan mereka lebih utamakan kendaraan listrik di Indonesia. Saya memang dengar mereka merencanakan atau ingin masuk ke Indonesia, tapi konkretnya kami belum dapatkan data,” ucap Yohannes yang ditemui Selasa (14/5/2019).

Merek BYD sendiri sudah masuk ke Indonesia dengan hadir sebagai armada taksi oleh perusahaan taksi Blue Bird. Selain itu BYD bus juga tengah menjajaki pasar untuk dijadikan bus operasional TransJakarta dan beberapa perusahaan bus lainnya.

Baca juga: Alasan Bluebird Pilih BYD dan Tesla Sebagai Armada Taksi

Nangoi mengungkapkan Indonesia saat ini menjadi sasaran investasi perusahaan otomotif ternama di dunia. Beberapa merek diakui tengah mencoba masuk membangun industri otomotif.

“Ada beberapa yang sudah coba approach. Beberapa perusahaan Eropa, Rusia dan beberapa negara. Dari Rusia kelihatannya komersial, yang dari China belum tahun ini direalisasikan rasanya. Mudah-mudahan yang Korsel secepatnya karena mereka sudah di final stage,” ucap Nangoi.

Yohannes mengungkapkan kehadiran investasi baru termasuk dari produsen kendaraan listrik memang sesuai dengan keinginan pemerintah Indonesia. Pemerintah menginginkan kendaraan yang hemat bahan bakar dan emisi lebih bersih.

“Mau tidak mau otomotif kita akan masuk pada industri otomotif yang lebih advance. Seperti mobil hybrid yang satu liter bisa dipakai 20 sampai 25 kilometer atau masuk ke plug in hybrid yang jaraknya lebih jauh lagi. Juga kendaraan listrik yang punya suatu hal berbeda dibanding kendaraan lain. Kita mengikuti aturan pemerintah yang menunjang industri ini,” ucap Yohannes.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan BYD berminat melakukan pilot project di bidang kendaraan niaga seperti bus. Ini dilakukan untuk mengembangkan peluang industri otomotif dalam negeri terutama di kendaraan listrik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau