Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi BYD Usai Insentif Impor Mobil Listrik Berakhir

Kompas.com, 10 Maret 2026, 16:21 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan insentif impor mobil listrik dalam bentuk completely built up (CBU) tidak akan diperpanjang setelah 31 Desember 2025.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Selama ini pemerintah memberikan sejumlah relaksasi bagi produsen kendaraan listrik yang masih mengimpor mobil secara utuh.

Skema tersebut mencakup pembebasan bea masuk, keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca juga: Kolaborasi HIVE & Hyundai: Dorong Ekosistem EV

Fasilitas tersebut diberikan kepada produsen yang bersedia melakukan investasi produksi di Indonesia dengan rasio 1:1 terhadap jumlah mobil yang diimpor.

Artinya, setiap mobil listrik yang diimpor harus diimbangi dengan komitmen investasi produksi lokal dalam jumlah yang sama.

Menanggapi kebijakan tersebut, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan perusahaan tetap fokus menghadirkan produk dengan harga yang kompetitif melalui kekuatan teknologi dan efisiensi produksi.

Ilustrasi pabrik BYD di Subang.Dealer BYD Ilustrasi pabrik BYD di Subang.

Menurut dia, salah satu kekuatan BYD terletak pada integrasi vertikal yang memungkinkan perusahaan mengendalikan berbagai proses produksi secara lebih efisien.

"Salah satu kekuatan BYD adalah integrasi vertikal. Ditambah dengan kemampuan R&D kami. Biasanya ketika kami meluncurkan model terbaru itu juga disertai dengan harga yang bisa di jangkau. BYD masih berfokus pada strategi dan rencana tersebut. Untuk memenuhi beragam kebutuhan yang ada di masyarakat Indonesaia," kata Eagle saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Integrasi vertikal sendiri memungkinkan BYD memproduksi berbagai komponen utama kendaraan listrik secara mandiri, termasuk baterai dan sistem penggerak listrik.

Baca juga: Mudik Pakai Mobil Listrik, Ini Cara Jaga Suhu Baterai Tetap Stabil

Dengan kemampuan riset dan pengembangan (R&D) yang kuat, perusahaan juga dapat terus menghadirkan teknologi baru sekaligus menjaga harga produk tetap kompetitif.

BYD menilai strategi tersebut akan tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam mengembangkan pasar kendaraan listrik di Indonesia, meskipun insentif pemerintah telah berakhir.

Ke depan, BYD juga berkomitmen untuk terus menghadirkan model kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau