Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Pabrik BYD Indonesia, Peralihan Kendaraan Listrik

Kompas.com, 11 Maret 2026, 06:02 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pembaca ingin tahu tentang update pabrik BYD di Indonesia. Begitu pula dengan artikel mengenai perang AS-Israel vs Iran yang mendorong peralihan ke kendaraan listrik.

Selain itu, banyak juga yang penasaran dengan arus mudik dan balik Lebaran 2026 yang diprediksi lebih merata. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini kumpulan artikel otomotif terpopuler pada Selasa (10/3/2026):

1.Update Pabrik BYD di Indonesia, Kapan Mulai Produksi Lokal?

Pabrik BYD di Zhengzhou, ChinaDok. BYD Pabrik BYD di Zhengzhou, China

Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, memberikan perkembangan terbaru terkait pembangunan pabrik dan rencana produksi mobil di Indonesia. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa perusahaan telah mengantongi sejumlah sertifikasi penting dari pemerintah pada akhir 2025. Setelah itu, BYD mulai memasuki tahap pengujian dan penyelarasan proses produksi pada awal tahun ini.

Baca juga: Update Pabrik BYD di Indonesia, Kapan Mulai Produksi Lokal?

2. Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Februari 2026

Ilustrasi booth Toyota di IIMS 2026Dok. TAM Ilustrasi booth Toyota di IIMS 2026

Peta persaingan merek kendaraan roda empat atau lebih di pasar otomotif nasional pada Februari 2026 masih didominasi pemain lama, meski sejumlah merek baru mulai menunjukkan kontribusi signifikan terhadap penjualan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota kembali menjadi merek mobil terlaris di Indonesia pada Februari 2026.

Baca juga: Daftar 10 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Februari 2026

3. Perang Iran vs Israel-AS Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

Jaecoo J5 EVKOMPAS.com/Ruly Kurniawan Jaecoo J5 EV

Konflik geopolitik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) dinilai berpotensi memengaruhi industri otomotif global karena dapat memicu kenaikan harga energi, termasuk bahan bakar minyak. Situasi tersebut berpotensi mendorong pergeseran minat konsumen ke kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV), seperti mobil listrik maupun kendaraan dengan teknologi elektrifikasi lainnya.

Baca juga: Perang Iran vs Israel-AS Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

4. Amankah Ganti Merek BBM Beda SPBU? Ini Penjelasan Ahli

Kondisi Shell MT HaryonoKOMPAS.com/FATHAN Kondisi Shell MT Haryono

Sebagian pengendara kerap mengisi bahan bakar kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan merek berbeda. Hal ini biasanya terjadi karena faktor lokasi, ketersediaan BBM, atau sekadar menyesuaikan harga. Kondisi tersebut mungkin menimbulkan tanya apakah sering berganti merek bahan bakar dapat berdampak pada performa maupun kesehatan mesin dalam jangka panjang.

Baca juga: Amankah Ganti Merek BBM Beda SPBU? Ini Penjelasan Ahli

5. Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diprediksi Lebih Merata

Ilustrasi Puncak Arus Mudik dan Arus BalikJasa Marga Ilustrasi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik

Jasa Marga memprediksi lonjakan perjalanan saat mudik Lebaran 2026 bakal terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang. Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengatakan bahwa pergerakan pemudik diperkirakan mulai meningkat sejak pertengahan Maret hingga mendekati akhir bulan. “Sebenarnya prediksinya itu full ya di antara tanggal 13-29 Maret. Kenapa? Karena momentum dua minggu ini sangat-sangat bagus. Orang bisa berangkat hari Jumat (13/3), pulangnya juga masih di Maret,” kata Rivan di Kantor JMTC, Jatiasih, Bekasi (9/3/2026).

Baca juga: Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diprediksi Lebih Merata

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau