Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya, Jangan Bawa Muatan Berlebih di Mobil Saat Mudik

Kompas.com, 6 April 2024, 15:22 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

KLATEN, KOMPAS.com - Perjalanan mudik ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi membutuhkan persiapan matang. Salah satunya mengatur barang bawaan di bagasi mobil agar tidak berlebihan.

Mobil yang dipaksakan mengangkut muatan berlebih dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Seperti pecah ban, gagal menanjak dan mesin mogok karena overheat.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk. mengatakan muatan mobil berlebih menjadi salah satu pemicu terjadinya pecah ban.

Baca juga: Pemkot Tangsel Prediksi Ada 300 Ribu Warga Mudik Lebaran 2024

Ilustrasi pengecekan ban mobilDok. Dunlop Indonesia Ilustrasi pengecekan ban mobil

Zulpata mengatakan agar pemudik memperhatikan muatan yang dibawa agar tidak berlebihan. Pemudik perlu memperhatikan rekomendasi pabrikan kendaraan terkait data bobot total yang mampu dibawa suatu kendaraan.

Selanjutnya Zulpata mengatakan tekanan udara ban harus disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan mobil berdasarkan kondisi muatan yang ada.

“Untuk mobil biasanya ada informasinya, tertera di pilar pengemudi ketika membuka pintu atau di buku manual,” ucap Zulpata kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: AHM Berangkatkan 2.559 Konsumen Mudik Naik Bus

Menginjak pedal gasPokPak05 Menginjak pedal gas

Ibrohim, Foreman Nissan Bintaro mengatakan muatan mobil berlebih dapat memicu beberapa masalah pada performa mobil.

“Semakin berat muatan maka beban mobil menjadi semakin bertambah, dampaknya pengemudi akan lebih dalam menginjak pedal gas, dengan kata lain mesin bakal kerja ekstra,” ucap Ibrohim kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kondisi tersebut bisa saja membuat mobil gagal menanjak menurut Ibrohim. Selain itu mesin juga berpotensi mengalami overheat ketika sistem pendingin tidak pada performa terbaiknya.

Baca juga: Link Live Streaming dan Cara Cek CCTV Tol Mudik Lebaran 2024


“Muatan berlebih juga dapat mengganggu akurasi berkendara, seperti bantingan suspensi, kestabilan mobil saat bermanuver dan sebagainya, sehingga keselamatan pengendara menjadi berkurang,” ucap Ibrohim.

Tingginya risiko perjalanan mudik menggunakan mobil overload, alangkah baiknya bila pemudik bijak membawa barang-barang bawaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau