Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasar Otomotif ASEAN Turun, Malaysia Melaju Thailand Terpuruk

Kompas.com, 29 Agustus 2024, 10:02 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar otomotif roda empat Thailand yang lesu sejak awal tahun ini membuat penjualannya tidak sampai separuh dari produksi pada periode Januari-Juni 2024.

Berdasarkan data ASEAN Automotive Federation, total penjualan mobil di Negeri Gajah Putih sepanjang semester I-2024 hanya mencapai 307.671 unit, turun 24 persen dari 406.131 unit pada satu tahun sebelumnya (yoy). Sementara, total produksi Thailand dalam periode sama mencapai 761.240 unit.

Hasil penjualan ini, membuat Thailand menempati posisi ke-3 sebagai negara di Asia Tenggara dengan penjualan mobil terbanyak tepat di bawah Malaysia.

Baca juga: Toyota Bilang Penyebaran Mobil Hybrid Semakin Luas di Indonesia

Suasana pameran IIMS 2024Kompas.com Suasana pameran IIMS 2024

Kondisi serupa terjadi di pasar otomotif Indonesia yang mengalami kontraksi 19 persen dari 506.427 unit menjadi tersisa 408.012 unit. Namun, penurunan pasar roda empat di Tanah Air lebih masih bisa dikendalikan.

Dampaknya, posisi Indonesia tetap terjaga sebagai kontributor penjualan mobil terbesar di kawasan dengan porsi 27,3 persen. Adapun penurunan paling tajam terjadi pada awal kuartal II/2024 dari 101.272 unit ke 74.723 unit yoy.

Adapun Malaysia, kini menjadi penantang tangguh di semester I-2024 setelah berhasil mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 6,6 persen. Bahkan, sudah mulai mengancam posisi Indonesia dengan selisih 17.716 unit.

Tercatat, total penjualan mobil di Negeri Jiran sudah mencapai 390.296 unit, dari sebelumnya hanya terhenti di 366.176 unit. Penjualan tertingginya terjadi pada Maret 2024 dengan 71.103 unit.

Dengan gejolak tersebut, total penjualan roda empat di ASEAN pada paruh pertama tahun ini mencapai 1,492,308 unit, turun 8,9 persen dari tahun sebelumnya 1,637,807 unit.

Baca juga: Kalau Motor Wajib Pakai ABS, Harganya Jadi Lebih Mahal?

Ilustrasi ekspor mobil.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi ekspor mobil.

Berikut data penjualan mobil Januari-Juni 2024 di ASEAN:

1. Indonesia: 408.012 unit
2. Malaysia: 390.296 unit
3. Thailand: 307.671 unit
4. Filipina: 226.279 unit
5. Vietnam: 134.884 unit
6. Singapura: 23.181 unit
7. Myanmar: 1.985 unit

Penjualan mobil di ASEAN Januari-Juni 2023:

1. Indonesia: 506.427 unit
2. Thailand: 406.131 unit
3. Malaysia: 366.176 unit
4. Filipina: 202.415 unit
5. Vietnam: 137.327 unit
6. Singapura: 17.951 unit
7. Myanmar: 1.380 unit

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau