Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Vespa Darling Viral, Kenapa Pencinta Vespa Tergila-gila?

Kompas.com, 14 Januari 2025, 07:02 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, video vokalis Sheila on 7, Akhdiyat Duta Modjo atau Duta, menjadi viral saat ia mengendarai Vespa Darling atau Vespa Special 90.

Keberadaan Vespa Darling kini menjadi salah satu model yang sangat dicari oleh para pencinta Vespa.

Baca juga: Baterai Baru Aletra L8s EV Diklaim Bisa Dipakai sampai 50 Tahun

Di pasaran, harga Vespa ini bisa mencapai angka Rp 100 juta, terutama jika masih dalam kondisi original dan dilengkapi dengan surat-surat.

Muhammad Deny Kurniawan, salah satu pemilik Vespa Darling, mengungkapkan bahwa peningkatan harga Vespa dari keluarga smallframe dalam satu dasawarsa terakhir memang cukup fantastis.

"Saya pertama punya Vespa ya Darling. Itu kurang lebih saya beli tahun 2012, saya beli kalau tidak salah sekitar Rp 17,5 juta," kata Deny kepada Kompas.com, Senin (13/1/2025).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ???????????? ???????????????????????? (@teamduta507)

Menurut Deny, pada saat itu ia tidak menyadari bahwa yang dibelinya adalah Vespa Darling. "Yang saya tahu saat itu kalau Vespa kecil itu PTS 90/PTS 100," jelasnya.

Menurutnya, harga Vespa Darling sebesar Rp 17,5 juta di tahun 2012 merupakan harga yang cukup terjangkau, meskipun di atas kertas, pasarannya lebih mahal dibandingkan PTS 90/PTS 100 yang menggunakan lampu kotak.

Baca juga: Pakai Oli Palsu? Siap-Siap Mesin Jebol

Vespa generasi lawas tipe Special 90 atau biasa juga disebut dengan Vespa Darling.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Vespa generasi lawas tipe Special 90 atau biasa juga disebut dengan Vespa Darling.

"Jadi saat itu harga Vespa sebetulnya lagi bertahap melonjak, itu sebetulnya termasuk mewah," ujarnya.

Deny menambahkan bahwa pasar Vespa Darling saat itu mungkin belum begitu dikenal, karena harga tergantung pemilik.

"Saat itu harga Vespa Super dan Sprint itu sudah Rp 10 jutaan dan PTS sudah melonjak di angka Rp 15 jutaan," tuturnya.

Meskipun Deny merasa kaget dengan lonjakan harga tersebut, ia menganggapnya sebagai hal yang wajar.

"Secara pribadi saya kaget juga bisa seperti itu, nolnya jadi banyak banget ya," ungkapnya.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa populasi Vespa Darling tidak sebanyak saudaranya, PTS 90/PTS 100.

Baca juga: Mitsubishi Fuso eCanter Masih Terbatas buat Ekspedisi Jarak Pendek

Vespa generasi lawas tipe Special 90 atau biasa juga disebut dengan Vespa Darling.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Vespa generasi lawas tipe Special 90 atau biasa juga disebut dengan Vespa Darling.

Perbedaan antara Vespa Darling dan PTS 90

Dari segi tampilan, Vespa Darling memiliki desain yang bisa dibilang lebih "lucu". Sayangnya, banyak orang masih menyamakan Vespa Darling dengan PTS 90, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Beberapa perbedaan mencolok antara Vespa Darling dan PTS 90 dapat dilihat pada desain dasi depan ala VBB atau VNB, lampu depan dan speedometer bundar, serta ukuran jok yang lebih kecil.

Selain itu, posisi karburator pada mesin keduanya juga berbeda.

Hal ini menambah daya tarik bagi kolektor dan pencinta Vespa yang mengincar model ini.

Dengan semakin meningkatnya minat terhadap Vespa Darling, model ini tampaknya akan terus melambung dalam dunia otomotif Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau