Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memilih Pelapisan Jok Mobil: Sarung, Semi Paten, atau Paten?

Kompas.com, 14 Oktober 2025, 11:42 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Modifikasi interior mobil sering kali menjadi pilihan bagi pemilik yang ingin memberikan sentuhan personal pada kendaraan mereka, salah satunya adalah mengubah tampilan jok.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, terdapat tiga jenis pelapisan jok yang umum dipilih, yaitu sarung, semi paten, dan paten.

Baca juga: Upgrade Mobil LCGC dengan Jok Premium: Biaya dan Opsi

Modifikasi jok mobilINDOLEATHER BOGOR Modifikasi jok mobil

Meskipun tampak serupa, ketiga jenis ini memiliki perbedaan yang signifikan yang perlu dipahami oleh konsumen.

Leonard, pemilik Bengkel Modifikasi Interior Indoleather di Bogor, menjelaskan bahwa banyak pelanggan yang masih kurang paham mengenai ketiga jenis pelapis jok tersebut.

Kerap kali, ekspektasi mereka tidak sesuai dengan hasil yang diperoleh, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang perbedaan masing-masing jenis pelapisan.

Baca juga: Konsumsi BBM Daihatsu Sirion 2022, Paling Boros 14 Km per Liter

“Kalau sarung itu kayak kita pakai jaket. Kalau semi paten, kayak kita pakai t-shirt (kaus). Kalau paten, kayak kulit, (menempel ke badan),” ungkap Leonard dalam wawancara dengan Kompas.com, Senin (13/10/2025).

Karakteristik Pelapisan Jok

Pelapis jok sarung dan semi paten memiliki karakteristik yang tidak mengubah bahan orisinal jok.

Sarung hanya berfungsi sebagai penutup, sedangkan semi paten sedikit lebih presisi karena terdapat bagian horizontal yang dijahit ke bahan asli.

Sementara itu, pelapis jok paten melibatkan pengangkatan bahan orisinal dan diganti dengan bahan baru yang diinginkan.

“Kelihatan itu di bagian pundak jok, kan ibarat badan kita, pundak ini jatuhnya harus enak. Kalau sarung kan tidak fit,” jelas Leonard, menggambarkan bagaimana model jok yang tidak sesuai bisa mempengaruhi kenyamanan.

Menyesuaikan Bujet

Menurut Leonard, pemilihan pelapis jok sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan bujet masing-masing konsumen.

Beberapa pelanggan hanya ingin menutupi bahan orisinal, sehingga sarung sudah cukup.

Namun, bagi mereka yang menginginkan hasil yang lebih baik dan rapi, jok paten bisa menjadi pilihan yang tepat.

“Yang paten itu rusaknya lebih lama (awet) karena dia dikunci, diam. Sarung kan hanya cover saja, kalau semi paten, ada bagian horizontalnya itu dijahit ke bahan aslinya, dia lebih pres (menekan/fit) sedikit,” tambah Leonard.

Dalam memilih pelapis jok mobil, penting bagi konsumen untuk memahami keinginan dan anggaran yang dimiliki.

Dengan demikian, mereka dapat membuat keputusan yang tepat dan mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai dengan harapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau