Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fitur Canggih Ini Bantu Cegah Kecelakaan Akibat Salah Injak Pedal Gas

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 16:31 WIB
Stanly Ravel

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan mobil matik akibat salah menginjak pedal gas masih sering terjadi. Faktor penyebabnya pun beragam.

Mulai dari pengendara pemula (green driver) hingga pengemudi yang belum terbiasa menggunakan transmisi otomatis.

Umumnya, masalah ini terjadi karena pengemudi salah menempatkan kaki atau keliru menekan antara pedal rem dan gas.

Dalam kondisi panik, tanpa disadari kaki justru menekan pedal gas lebih dalam hingga menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Harus Injak Pedal Gas Sebelum Matikan Mesin Mobil?

Sebuah mobil Suzuki Aerio melaju tak terkendali dan menerobos masuk ke dalam toko perlengkapan rohani Dioses di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Klojen, Malang, Sabtu (14/6/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.Dok. Satlantas Polresta Malang Kota Sebuah mobil Suzuki Aerio melaju tak terkendali dan menerobos masuk ke dalam toko perlengkapan rohani Dioses di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Klojen, Malang, Sabtu (14/6/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Beberapa waktu lalu, Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Jamaludin, menjelaskan bahwa teknik mengemudi yang tidak tepat bisa memicu kesalahan, seperti saat hendak menginjak pedal rem tetapi yang tertekan justru pedal gas, atau sebaliknya.

Menurut Jamal, pengoperasian pedal mobil harus dilakukan secara efisien. Artinya, jika tidak diperlukan, kaki sebaiknya tidak menggantung di atas pedal.

“Kekeliruan yang sering terjadi, pengemudi menggunakan dua kaki untuk mengoperasikan mobil matik dan menempelkannya meski sedang tidak dibutuhkan. Seharusnya cukup satu kaki saja agar tidak menimbulkan potensi kesalahan,” ujar Jamal kepada KOMPAS.com.

Baca juga: Mengemudi Mobil Listrik Tak Cukup Andalkan Teknologi, Waspadai Fenomena Ini

Pedal Missoperation ControlADM Pedal Missoperation Control

Meski terkesan sepele, kesalahan menginjak pedal gas bisa berakibat fatal. Dalam beberapa kasus, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Pedal Missoperation Control

Seiring perkembangan teknologi, mobil-mobil modern kini makin canggih dalam menghadirkan fitur keselamatan berkendara.

Untuk mencegah kecelakaan akibat salah injak pedal gas, sejumlah pabrikan Jepang seperti Toyota dan Daihatsu telah melengkapi teknologi ADAS dengan fitur Pedal Missoperation Control.

Sesuai namanya, fitur ini berfungsi menahan laju mobil ketika pengemudi salah menginjak pedal gas.

Baca juga: Viral, Pengemudi Wanita Salah Injak Pedal Gas Tabrak Dispenser SPBU

Pedal Missoperation ControlADM Pedal Missoperation Control

Mengutip situs resmi Daihatsu, fitur Pedal Missoperation Control pada Rocky varian tertinggi berfungsi menghindari insiden di area parkir. Sistem ini bekerja menggunakan sensor.

Sementara pada situs resmi Toyota, dijelaskan bahwa fitur serupa bertugas mencegah kecelakaan akibat kesalahan pengoperasian pedal gas dengan cara mengendalikan kecepatan kendaraan, bahkan ketika tidak ada halangan di depan.

Ketika sistem mendeteksi pedal gas diinjak penuh tanpa alasan yang jelas, fitur ini akan menyalakan alarm peringatan dan membatasi tenaga mesin agar mobil tidak melaju terlalu cepat.

Baca juga: Mengenal Smart Pedal Daihatsu Rocky Hybrid, Tak Perlu Injak Rem!

Sebuah mobil Brio, saat menabrak dua sepeda motor dan menerobos menabrak Indomaret di wilayah Entrop, Distrik Jayaprua Selatan, Kota Jayapura, Papua. Sopir panik dan tabrak pedal gas, sehingga menabrak juga pengendara sepeda motor.KOMPAS.COM/DOK POLRESTA JAYAPURA KOTA Sebuah mobil Brio, saat menabrak dua sepeda motor dan menerobos menabrak Indomaret di wilayah Entrop, Distrik Jayaprua Selatan, Kota Jayapura, Papua. Sopir panik dan tabrak pedal gas, sehingga menabrak juga pengendara sepeda motor.

Teknologi ini terbukti efektif mengurangi risiko kecelakaan serius akibat salah injak pedal gas, yang sering kali berujung fatal bahkan memakan korban jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau