Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biskita Trans Pakuan Bogor Berhenti Beroperasi, Penumpang Bingung

Kompas.com, 2 Januari 2026, 17:07 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com – Kembali berhentinya layanan Biskita Trans Pakuan di Kota Bogor menimbulkan sejumlah reaksi dari masyarakat. 

Banyak tanggapan yang mengatakan jika berhentinya layanan bus terlalu tiba-tiba, sebab tidak ada info sebelumnya dari jauh-jauh hari.

Tidak sedikit juga warga yang sudah terlanjur menunggu di halte baru mengetahui informasi jika bus berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026.

Misalnya Mentari, salah satu pengguna Biskita Trans Pakuan Bogor yang merasa kecewa karena baru mengetahui saat hendak berangkat kerja. 

"Kecewa sekali saat tahu Biskita tiba-tiba berhenti beroperasi dan tidak jelas sampai kapan. Apalagi saya baru tahu tadi pagi saat berangkat kerja dan posisinya sudah di halte. Lalu saat  buka aplikasi Mitra Darat ada notif Biskita tidak beroperasi. Saya jadi kesulitan untuk berangkat kerja," katanya kepada Kompas.com, Jumat (2/1/2026). 

Baca juga: Bukan Sekadar Bersih, Ini Manfaat Mencuci Mobil Setelah Dipakai Liburan

Lantaran tidak ada Biskita, Mentari terpaksa menggunakan angkutan umum sebanyak dua kali untuk ke tempat kerjanya. Hal ini tentu membuatnya harus mengeluarkan ongkos lebih. 

"Jadi naik angkot dua kali, biasanya naik Biskita saja. Pengeluaran untuk transport jadi double dan spare waktu juga lebih banyak karna angkot sering ngetem," katanya. 

Kemudian, wanita yang langganan Biskita rute K1 (Bubulak - Cidangiang) itu berharap semoga bus andalan masyarakat Bogor itu bisa beroperasi lagi dalam waktu dekat dan ongkosnya tidak naik.  

Notifikasi Biskita Transpakuan BogorTangkapan layar aplikasi Notifikasi Biskita Transpakuan Bogor

Hal senada juga dirasakan oleh Amelia sebagai salah satu pengguna Biskita Trans Pakuan Bogor.

"Saya tidak tahu kenapa alasan tiba-tiba berhenti beroperasi, tapi awalanya saya kira sementara untuk di tgl 1 Januari 2026, tapi ternyata hari ini juga tidak ada di terminal Bubulak. Baru dapat info dari sosmed kalau tidak beroperasi sampai waktu yang belum ditentukan," katanya kepada Kompas.com.

Menurut Amelia, Biskita sangat membantu warga Bogor untuk bepergian bagi warga area Kabupaten ke Kota Bogor atau sebaliknya. Dirinya berharap semoga Biskita cepat beroperasi lagi karena sangat penting.

"Biskita sangat diperlukan warga Bogor dan luar Bogor yang berwisata ke Kota Bogor. Bus ini punya jalur yang jelas dan tercantum di aplikasi. Kalau menggunakan angkot, jalurnya banyak, bikin bingung," katanya. 

Baca juga: Komunitas Fortuner Unjuk Gigi di Medan Ekstrem Borneo

Biskita Trans Pakuan Kota Bogor kembali beroperasi setelah sempat berhenti sejak awal Januari 2025.KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Biskita Trans Pakuan Kota Bogor kembali beroperasi setelah sempat berhenti sejak awal Januari 2025.

Nisa, salah satu pengguna Biskita Trans Pakuan Bogor rute Bubulak - Ciawi mengatakan baru tahu info ini dari warga sekitar.

"Agak bingung sebenarnya, sebab tidak dapat informasi sama sekali kalau Biskita sedang berhenti operasional sementara. Tadi juga saya sudah jalan dari stasiun Bogor ke halte terdekat, sampai sana malah dapat info dari bapak-bapak pedagang di sana, katanya Biskita tidak ada," katanya kepada Kompas.com. 

Wanita yang menggunakan Biskita untuk menghubungkan ke stasiun Bogor itu juga mengatakan, seharunya ada informasi yang jelas  agar penumpang bisa milih alternatif kendaraan lainnya. Sebab untuk menuju halte Biskita harus menempuh jarak yang jauh. 

"Lumayan jauh jalan ke halte Biskita dari stasiun Bogor, apalagi kalau musim liburan seperti ini bawa keluarga. Ada orang tua dan anak-anak juga. Sampai halte baru tahu kalau busnya tidak ada," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau