Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Perempuan Pakai SUV unuk Mobilitas Harian Kian Menguat

Kompas.com, 16 Februari 2026, 10:22 WIB
Erwin Setiawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Tren perempuan menggunakan sport utility vehicle (SUV) tampak nyata dan semakin terlihat, termasuk di Indonesia. Ada beberapa alasan kuat di balik fenomena ini.

SUV kini bukan hanya dicintai oleh konsumen laki-laki dan berkaitan dengan maskulinitas. Tapi, kaum hawa dengan sifat femininnya juga mengandalkan SUV untuk mobilitas harian.

Riski Permana, Marketing Planning & Customer Relation Dept Head Nasmoco Group mengatakan tren perempuan memakai mobil SUV sudah banyak dijumpai dan bakal terus meningkat.

Baca juga: Jajal Mazda CX-60 Sport: SUV Sporty dengan Nuansa Premium


“Ada rasa aman, banyak perempuan merasa lebih percaya diri mengemudi SUV karena posisi duduk lebih tinggi dan bodi mobil terlihat lebih besar, ini jadi pertimbangan saat berkendara sendirian,” ucap Riski kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

SUV dianggap memberi perlindungan psikologis dari kejahatan jalanan. Kendaraan besar sering diasosiasikan dengan pengemudi laki-laki, sehingga pelaku kejahatan cenderung berpikir dua kali.

“Kalau perlu pasang kaca film yang tak bisa terlihat dari luar, tujuannya untuk memberi rasa aman dan meningkatkan privasi,” ucap Riski.

Baca juga: Kaca Film OEM Mulai Jadi Paket Bawaan SUV Listrik di Indonesia

Impresi Berkendara Toyota Corolla Altis GR HEVkompas.com/nanda Impresi Berkendara Toyota Corolla Altis GR HEV

Faktor kondisi jalan di Indonesia juga menentukan. Seperti banyaknya jalan berlubang, polisi tidur tinggi, hingga genangan air membuat SUV lebih praktis karena ground clearance tinggi seperti Rush dan Fortuner.

Hal ini menjadikan SUV cocok untuk aktivitas harian, termasuk bagi pengemudi perempuan di kota besar.

Taufik Trisna, penjual mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten mengatakan SUV tak hanya diminati oleh kaum laki-laki, tapi peremuan juga sudah banyak.

Baca juga: Jetour Perkuat Eksistensi Lewat 3 SUV di IIMS 2026

Jetour menghadirkan paket modifikasi SUV yang lebih personal dan relevan dengan kebutuhan konsumen lewat dua konsep modifikasi Jetour T2, yakni Nomad Kit dan Obsidian Ultra Kit. KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Jetour menghadirkan paket modifikasi SUV yang lebih personal dan relevan dengan kebutuhan konsumen lewat dua konsep modifikasi Jetour T2, yakni Nomad Kit dan Obsidian Ultra Kit.

"Pakai SUV justru lebih aman karena mobilnya gagah, tak disangka bahwa yang mengemudi ternyata perempuan, ini bisa mencegah risiko kriminalitas di jalan, khususnya di malam hari atau tempat sepi," ucap Taufik kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Kini semakin banyak perempuan aktif bekerja, berbisnis, dan bepergian sendiri, sehingga membutuhkan mobil yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan dari harian hingga perjalanan luar kota.

Pengaruh tren di media sosial, bahwa banyak perempuan menyetir SUV besar, menunjukkan stigma bahwa perempuan hanya cocok dengan mobil kecil mulai memudar.

Baca juga: Tren Otomotif Indonesia: SUV Menggeser Hatchback

Deretan mobil bekas di Bengkel Cak Tris KlatenKompas.com/Erwin Setiawan Deretan mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten

Kesimpulannya, tren perempuan memakai SUV bukan sekadar fomo, melainkan kombinasi faktor keamanan, kenyamanan, kondisi jalan, gaya hidup, dan teknologi.

Bahkan ke depan, tren ini diprediksi terus meningkat seiring makin banyaknya SUV ringkas dan ramah penggunaan di perkotaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau