Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Hanya Merek India, Agrinas Deal 900 Unit Truk dengan Isuzu

Kompas.com, 26 Februari 2026, 03:02 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Agrinas Pangan Nusantara ternyata tidak hanya menjalin kerja sama dengan pabrikan asal India dalam pengadaan kendaraan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Selain menggandeng produsen India seperti Tata dan Mahindra, Agrinas juga mencapai kesepakatan dengan merek Jepang.

Dalam satu Kopdes Merah Putih bakal didukung tiga jenis kendaraan, yaitu truk, pikap, dan motor roda tiga.

Baca juga: Agrinas Sudah Ajak Merek Jepang dan China, tapi Harga Tak Sepakat

Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten PurworejoKOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Untuk segmen truk, Agrinas turut membuka peluang kepada sejumlah merek yang beroperasi di Indonesia, salah satunya Isuzu.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan kerja sama dengan Isuzu dilakukan melalui jaringan diler resmi.

“PT Armada Autotara sebagai diler Astra yang akhirnya melakukan deal dengan Agrinas. Dan sampai di titik ini, kesepakatan yang disepakati antara Agrinas dengan Isuzu adalah mereka mampu menyuplai 900 unit. Itu yang kami sepakati,” ujar Joao, dalam konferensi di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Kuasai Pasar Mobil Listrik, Otomotif China Masih Harus Belajar dari AS

PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. KOMPAS.com/DIO DANANJAYA PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun.

Menurut Joao, jumlah tersebut relatif terbatas karena proses kesepakatan terjadi di tahap akhir. Ia menyebut faktor ketersediaan karoseri menjadi salah satu kendala.

“Mereka hanya mampu menyuplai 900 itu karena deal yang dengan Isuzu terjadi belakangan sehingga mereka tidak bisa mendapatkan suplai karoseri, karena karoseri lokal yang ada di Indonesia semua sudah menyuplai merek-merek lain,” ucap Joao.

“Sehingga mereka tidak lagi mampu untuk menyuplai karena semua karoseri sudah full di-booked oleh merek-merek lain,” kata dia.

Baca juga: Curhat Konsumen Soal Biaya Kepemilikan Chery Tiggo 8 CSH

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Otomotif (@kompas.otomotif)

Dari pihak Isuzu, partisipasi dalam proses pengadaan telah dikonfirmasi. Rian Erlangga, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, menyatakan bahwa Isuzu ikut dalam tender dengan Agrinas.

“Iya betul, Isuzu berpartisipasi dalam proses pengadaan yaitu truk 6 ban,” ujar Rian, kepada Kompas.com, Rabu (25/2/2026).

Hasil negosiasi tersebut berujung pada kesepakatan penyediaan 900 unit truk model Isuzu ELF NMR, truk ringan 6 ban untuk logistik dan konstruksi.

Baca juga: Rencana Agrinas Impor Truk India: Hino Minta Pemerintah Diskusi Ulang

Kabin Isuzu ELF NMR yang dilengkapi layer LED di area belakang di GIIAS 2025KOMPAS.com/ JANLIKA PUTRI Kabin Isuzu ELF NMR yang dilengkapi layer LED di area belakang di GIIAS 2025

Truk ini dilengkapi mesin Common Rail 4HL1-TCS (Euro 4) bertenaga 150 PS atau sekitar 148 Tk dan torsi sekitar 41 Kgm atau setara 402 Nm.

Isuzu Elf NMR memiliki GVW hingga 8,25 ton, 6 percepatan, gardan kuat, dan fitur modern seperti Cabin Lock Warning, USB charger, dan kamera mundur.

“Sudah dilakukan negosiasi antara Isuzu dengan Agrinas dengan kesepakatan akhir yaitu 900 Unit Isuzu ELF NMR,” kata Rian.

Baca juga: Menkeu Purbaya Jelaskan Skema Dana Impor 105.000 Pikap Agrinas

Isuzu ELF NMRFoto: Isuzu Isuzu ELF NMR

Namun, Isuzu memberikan penjelasan berbeda terkait isu keterbatasan suplai. Rian menegaskan bahwa hambatan bukan semata soal ketidakmampuan karoseri atau prinsipal.

“Hambatan yang ada bukan karena karoseri atau Isuzu yang tidak menyanggupi. Kami sangat terbuka untuk mendukung dalam program strategis nasional. Secara waktu dan perencanaan kami membutuhkan proses produksi yang lebih panjang,” ujar Rian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau