Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Radiator Bermasalah Bisa Bikin Mobil Matik Tak Kuat Nanjak? Ini Penjelasannya

Kompas.com, 28 Februari 2026, 17:21 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Mobil matik tak kuat menanjak ternyata bisa disebabkan oleh radiator yang tidak sehat. Penurunan performa ini memberikan efek domino, sehingga transmisi dan mesin tak bekerja dengan optimal.

Radiator merupakan salah satu komponen penunjang performa mobil tepatnya sistem pendingin mesin dan transmisi matik.

Saat mobil digunakan untuk menanjak maka pengemudi perlu menginjak pedal gas lebih dalam, sehingga putaran mesin akan lebih tinggi daripada biasanya maka dibutuhkan sistem pendingin yang baik.

Baca juga: Cegah Transmisi Mobil Matik Overheating Saat Dipakai Mudik


Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan saat mobil menanjak memerlukan dukungan dari banyak sistem pada kendaraan, termasuk sistem pendingin yang optimal.

“Saat menanjak bukan soal tenaga saja yang diperhatikan, tapi sistem pendingin mesin juga harus prima, jika tidak, maka peluang mesin dan transmisi overheating sangat tinggi, itu juga bisa bikin mobil gagal menanjak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Jumat (27/2/2026).

Panas berlebih pada mesin dan transmisi akan memberikan dampak secara langsung terhadap performa. Tak hanya bisa kehilangan tenaga, tapi komponen juga bisa rusak karenanya.

Baca juga: Rutin Flush Radiator, Hindari Risiko Overheat Saat Mudik

Bengkel transmisi matik di Bogor, Junior Autoservice AutomaticKOMPAS.com/FATHAN Bengkel transmisi matik di Bogor, Junior Autoservice Automatic

“Saat oli transmisi atau mesin overheating, maka komponen akan cenderung lebih mudah berubah bentuk, ini bikin mesin kehilangan tenaga, selain itu transmisi akan lebih mudah selip sehingga komponen mengalami keausan lebih cepat,” ucap Muchlis.

Maka dari itu, mobil perlu dirawat dengan rutin untuk memastikan sistem pendingin. Pemeriksaan bisa meliputi beberapa komponen penting seperti radiator, kualitas coolant dan kipasnya.

“Radiator sebagai area pendingin coolant, ketika cairan ini mengalir melalui pipa tipis maka panas akan diserap oleh sirip-sirip di sekitarnya, lalu tugas kipas radiator membuang panas,” ucap Muchlis.

Baca juga: Cegah Overheating, Kapan Waktu Ideal Ganti Air Radiator Mobil?

Ilustrasi radiator pada mobil.Hyundai Worldwide Ilustrasi radiator pada mobil.

Muchlis mengatakan radiator harus dipastikan tidak pampat sehingga coolant bisa mengalir dengan semestinya dan mampu menjaga suhu mesin tetap ideal.

“Penting juga memastikan radiator tidak bocor, jika sampai bocor maka coolant akan terbuang keluar dan lama-lama habis, jika sudah demikian sistem pendingin mesin tidak jalan,” ucap Muchlis.

Sehingga ketika mesin dipacu untuk bisa melibas tanjakan, yang terjadi justru overheating. Sehingga, bukan tenaga yang dihasilkan tapi malah membuat mesin jebol dan gagal menanjak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau