Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Martin Menyesal Pindah Yamaha, Puncak Arus Balik

Kompas.com, 24 Maret 2026, 06:02 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jorge Martin diprediksi bakal tampil kompetitif di musim ini bersama Aprilia. Hanya saja, musim depan dipastikan Martin akan pindah ke Yamaha.

Sedangkan, Yamaha masih sangat ketinggalan di musim ini dengan motor barunya. Meski demikian, Martin mengaku tidak menyesali keputusannya. 

"Menurut saya, masa depan ya masa depan, sekarang ini masa kini. Saya ingin fokus pada masa kini," ujar Martin, dikutip dari Crash.net, Senin (23/3/2026).

Selain itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan para pemudik yang ingin kembali ke Jabodetabek untuk menghindari waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran 2026.

Menurut Dudy, puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam tiga hari dengan interval waktu berbeda, yakni 24, 28, dan 29 Maret 2026. Hal ini disampaikan Menhub saat meninjau arus lalu lintas pada H+1 Lebaran 2026, Minggu (22/3/2026). 

 

Berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Senin 23 Maret 2026 :

1. Kompetitif di Aprilia, Martin Menyesal Pindah ke Yamaha?

“Anda pasti selalu punya pikiran-pikiran, tapi begitu saya mengambil keputusan, saya akan melakukannya dengan sepenuh hati," kata Martin. 

Pada MotoGP Brasil 2026 di Sirkuit Goiania, pebalap Yamaha tercepat adalah Alex Rins yang hanya sanggup finis di posisi ke-14. Sedangkan Martin, berhasil naik podium dengan finis di posisi kedua.

Baca juga: Kompetitif di Aprilia, Martin Menyesal Pindah ke Yamaha?

2. Awas Terjebak Macet, Ini 3 Tanggal Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Arus lalin di ruas tol Jakarta - Cikampek, tepatnya di titik pertemuan dengan tol layang Mohamed bin Zayed, Kamis (19/3/2026) pagi.KOMPAS.COM/FARIDA Arus lalin di ruas tol Jakarta - Cikampek, tepatnya di titik pertemuan dengan tol layang Mohamed bin Zayed, Kamis (19/3/2026) pagi.

“Berdasarkan data perhitungan yang kami dapatkan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus balik diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan perkiraan volume lebih dari 285.000 kendaraan. Jumlah ini lebih besar dari puncak arus mudik 18 Maret 2026 sebesar 270.315 kendaraan,” kata Dudy dalam keterangan resminya, Minggu (22/3/2026).

Baca juga: Awas Terjebak Macet, Ini 3 Tanggal Puncak Arus Balik Lebaran 2026

3. Berlaku Siang Ini, Simak Jadwal One Way, Contraflow dan Gage Arus Balik Lebaran

Gerbang Tol Cikampek UtamaJasa Marga Gerbang Tol Cikampek Utama

Rekayasa lalu lintas arus balik Lebaran 2026 mulai diberlakukan siang ini, Senin (23/3/2026). Sejumlah skema seperti one way, contraflow, hingga ganjil genap diterapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju Jakarta dan sekitarnya. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, sebelumnya memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada 24 Maret 2026.

Baca juga: Berlaku Siang Ini, Simak Jadwal One Way, Contraflow dan Gage Arus Balik Lebaran

 

4. Catat, Ganjil Genap Jakarta Libur Hari Ini sampai Besok

Informasi ganjil genap Jakarta hari iniTMC Polda Metro Jaya Informasi ganjil genap Jakarta hari ini
Kebijakan pembatasan lalu lintas dengan skema ganjil genap di Jakarta kembali ditiadakan pada 23–24 Maret 2026.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau