Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Standar Keselamatan Mobil di ASEAN Naik, Faktor ADAS

Kompas.com, 24 Maret 2026, 15:01 WIB
Ruly Kurniawan,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Arah pengembangan keselamatan kendaraan di industri otomotif mulai mengalami perubahan.

Tidak lagi hanya mengandalkan perlindungan saat kecelakaan terjadi, pabrikan kini dituntut menghadirkan teknologi yang mampu mencegah insiden sejak awal.

Program uji keselamatan kendaraan kawasan Asia Tenggara, ASEAN NCAP, menegaskan bahwa peran fitur keselamatan aktif kini sama pentingnya dengan aspek pasif dalam menentukan tingkat keamanan mobil.

Baca juga: Marc Marquez Akui Masih Lemah di Lap Awal dengan Ducati GP26

Fitur ADAS Wuling Cloud EVKompas.com/Adityo Fitur ADAS Wuling Cloud EV

Selama ini, standar keselamatan lebih banyak bertumpu pada komponen pasif seperti struktur bodi, airbag, dan sabuk pengaman. Namun, pendekatan tersebut mulai bergeser seiring berkembangnya teknologi di sektor otomotif.

Dikutip Paultan, sistem keselamatan aktif semakin relevan karena berfungsi mengantisipasi potensi kecelakaan.

Fitur seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning, Adaptive Cruise Control, hingga Blind Spot Monitoring kini menjadi bagian penting dalam kendaraan modern.

Dalam pengembangan terbarunya, ASEAN NCAP juga memberi perhatian lebih besar terhadap teknologi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Sistem ini membantu pengemudi menghadapi berbagai situasi kritis selama berkendara.

Beberapa fitur yang menjadi sorotan antara lain AEB, Lane Keeping Assist, Forward Collision Warning, serta Rear Occupant Detection.

AEB sendiri dinilai sebagai salah satu teknologi paling efektif karena mampu mendeteksi potensi tabrakan dan secara otomatis melakukan pengereman.

Baca juga: Duel EV Rp 200 Jutaan: Geely EX2 Lebih Irit, Jaecoo J5 Lebih Bertenaga

Konsep teknologi mobil hidrogen ToyotaToyota Motor Corp. Konsep teknologi mobil hidrogen Toyota

Perubahan pendekatan ini menandai pergeseran standar global. Penilaian kendaraan tidak lagi semata-mata pada kemampuan melindungi penumpang saat kecelakaan, tetapi juga pada kemampuan mencegah kecelakaan itu terjadi.

Penerapan teknologi keselamatan aktif terbukti berdampak signifikan dalam menekan angka kecelakaan di kawasan Asia Tenggara.

Fitur seperti Lane Keeping Assist dan AEB berkontribusi dalam mengurangi risiko tabrakan sekaligus menekan tingkat cedera.

Dalam sistem penilaian terbaru, ASEAN NCAP memberikan bobot lebih besar pada aspek keselamatan aktif dalam penentuan rating bintang. Dengan demikian, kendaraan dengan struktur kuat saja tidak lagi cukup untuk meraih nilai maksimal.

Pabrikan otomotif kini dituntut mengombinasikan keselamatan pasif dan aktif secara seimbang. Tujuannya tidak hanya meningkatkan perlindungan, tetapi juga menghadirkan kendaraan yang lebih adaptif terhadap dinamika lalu lintas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau