Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketahui Ciri dan Batas Aman Kampas Rem Aus

Kompas.com, 30 Maret 2026, 20:12 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjalanan mudik yang panjang tak hanya menguras tenaga pengemudi, tetapi juga “memaksa” komponen mobil bekerja ekstra keras, termasuk sistem pengereman.

Karena itu, setelah kembali dari kampung halaman, perawatan rem menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan demi menjaga keselamatan berkendara.

Salah satu komponen utama yang wajib diperhatikan adalah kampas rem. Bagian ini terus mengalami gesekan setiap kali pengemudi menginjak pedal rem.

Baca juga: Tidak Bisa Gaji Karyawan, Merek Mobil Listrik Asal China Ini Bangkrut

Pengecekan rem mobil di bengkel SuzukiSUZUKI Pengecekan rem mobil di bengkel Suzuki

Sehingga wajar jika ketebalannya berkurang seiring waktu, terlebih setelah menempuh perjalanan jauh dengan berbagai kondisi jalan.

“(Pengecekan) kalau yang rem itu nanti kami bongkar. Yang pasti kan habis perjalanan jauh itu kan pasti ada kotoran-kotoran di kampas rem,” ujar Service Manager Honda Mandalasena Malang, M Taufik R, kepada Kompas.com (30/3/2026).

“Nanti kami bongkar dulu, kami cek, kami ukur. Jadi untuk kampas rem itu, kalau sudah 3 milimeter harus ganti,” kata dia.

Baca juga: Hasil Klasemen Pebalap Usai MotoGP Amerika, Bezzecchi Kokoh di Atas

Ilustarsi kampas rem sudah aus dan masih baru.astra-daihatsu.id Ilustarsi kampas rem sudah aus dan masih baru.

Artinya, jika sudah mencapai atau di bawah angka tersebut, penggantian wajib dilakukan agar sistem pengereman tetap optimal.

Sebab, menunda penggantian bisa berdampak pada menurunnya daya cengkeram rem, bahkan berisiko merusak komponen lain seperti piringan cakram.

Selain pengukuran langsung, ada tanda-tanda yang bisa dirasakan pengemudi saat kampas rem mulai menipis. Salah satunya adalah perubahan pada pedal rem yang terasa lebih dalam saat diinjak.

Baca juga: Denza D9 Baru Siap Meluncur, Jarak Tempuh 800 Km

Ilustrasi servis mobil hybrid di diler resmi HondaKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi servis mobil hybrid di diler resmi Honda

“Biasanya pedal rem kalau diinjek agak dalam. Tapak pedal rem kalau diinjek semakin dalam itu berarti ada kemungkinan kampas remnya juga semakin tipis, selama tidak ada kebocoran di minyak remnya ya,” kata dia.

Kondisi ini terjadi karena jarak antara kampas dan piringan rem semakin jauh, sehingga membutuhkan tekanan lebih dalam untuk menghasilkan efek pengereman yang sama.

Tak hanya itu, sisa kotoran atau debu dari perjalanan jauh juga bisa menempel pada sistem rem. Oleh karena itu, pembongkaran dan pembersihan menjadi langkah penting agar kinerja rem tetap maksimal.

Dengan rutin memeriksa ketebalan kampas rem dan mengenali gejalanya sejak dini, pemilik mobil bisa mencegah risiko yang lebih besar di jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau