SAMARINDA, KOMPAS.com – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyoroti capaian kinerja Bank Kaltimtara karena dividen belum mencapai target.
Ia mengatakan, dari target dividen sebesar Rp 338 miliar pada 2024, realisasi yang diterima hanya mencapai Rp 191 miliar.
Penurunan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Rudy, capaian tersebut menjadi indikator penting untuk mengevaluasi manajemen, mengingat posisi Bank Kaltimtara sebagai salah satu penopang utama pendapatan daerah.
“Kalau target tidak tercapai, tentu harus ada evaluasi. Ini menyangkut keuangan daerah dan program pembangunan,” ujar Rudy, Senin (30/3/2026).
Dalam struktur kepemilikan, Pemprov Kaltim tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 64,51 persen.
Sisanya dimiliki Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serta pemerintah kabupaten/kota di wilayah Kaltim dan Kaltara.
Saat ini, posisi Direktur Utama Bank Kaltimtara masih diisi oleh pejabat yang ditetapkan untuk periode 2024–2028 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 5 April 2024.
Di sisi lain, juga sedang berjalan proses seleksi calon Direktur Utama Bank Kaltimtara.
Tahapan saat ini telah memasuki uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dua nama disebut telah lolos ke tahap tersebut, yakni Romy Wijayanto dan Amri Mauraga.
Romy diketahui memiliki pengalaman sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI serta pernah meraih penghargaan di sektor perbankan daerah.
Sementara Amri Mauraga merupakan mantan Direktur Utama Bank Sulselbar yang mengundurkan diri pada 2022.
Baca juga: Kredit Fiktif di Bank Kaltimtara Jerat 6 Tersangka, Dua di Antaranya Eks Kepala Cabang
Rudy menegaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka melalui panitia seleksi dan melibatkan otoritas yang berwenang.
“Semua orang boleh mendaftar. Yang penting profesional, akuntabel, dan punya kompetensi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil seleksi dari panitia akan diserahkan kepada OJK sebelum akhirnya diputuskan oleh para pemegang saham.
“Pansel yang bekerja, bukan kepala daerah. Setelah itu dibawa ke OJK, baru kemudian diserahkan kepada kami untuk dipilih berdasarkan nilai dan kompetensi,” jelasnya.
Rudy menegaskan, Bank Kaltimtara membutuhkan figur dengan kapasitas dan integritas tinggi agar mampu menjaga kinerja sekaligus kepercayaan publik.
Terpisah, Kompas.com mencoba menngkonfirmasi pihak manajemen Bank Kaltimtara, namun hingga berita ini ditulis belum mendapatkan tanggapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang