Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Barang Penumpang Tertinggal Selama Angkutan Lebaran di Daop 5 Purwokerto, Nilainya Capai Rp 110 Juta

Kompas.com, 1 April 2026, 12:16 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

PURWOKERTO, KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah, mencatat ratusan barang milik pelanggan tertinggal di area stasiun maupun di dalam kereta selama periode Angkutan Lebaran 2026. Total nilai estimasi barang yang berhasil diamankan mencapai angka yang fantastis, yakni lebih dari Rp 110 juta.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin, mengungkapkan bahwa selama 21 hari masa Angkutan Lebaran, pihaknya telah mengamankan ratusan item yang kini telah terdata dalam sistem digital perusahaan.

“Selama 21 hari masa Angkutan Lebaran, mulai 11 hingga 31 Maret 2026, KAI Daop 5 Purwokerto telah mengamankan sebanyak 336 barang yang langsung tercatat dalam sistem *Lost and Found* KAI. Nilai estimasi keseluruhan barang tersebut mencapai lebih dari Rp 110 juta,” kata As’ad melalui keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Dompet hingga Elektronik, Ini Daftar Temuan Lost and Found KAI Daop 4 Semarang

Berbagai Barang Berharga Berhasil Diamankan

Barang-barang yang ditemukan petugas meliputi berbagai jenis, mulai dari barang elektronik seperti ponsel, dompet, tas, hingga dokumen penting serta barang pribadi lainnya. Sejauh ini, sebagian besar barang tersebut sudah berhasil dikembalikan kepada pemilik sahnya.

As’ad menjelaskan, layanan "Lost and Found" merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan yang andal, terutama pada masa puncak arus mudik dan balik yang memiliki intensitas perjalanan sangat tinggi.

“Keberhasilan pengamanan dan pengembalian barang ini menjadi wujud nyata komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan yang andal, terlebih pada masa Angkutan Lebaran,” ujarnya.

Baca juga: Barang Penumpang Senilai Rp 105 Juta Tertinggal di Stasiun Daop 4 Semarang saat Mudik

Prosedur Pengambilan Barang Hilang

Seluruh barang temuan didata secara mendetail oleh petugas dan diamankan di ruangan khusus. Pelanggan yang merasa kehilangan dapat mengambil kembali barang mereka setelah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi pelanggan yang merasa tertinggal barang, laporan dapat disampaikan langsung kepada kondektur yang bertugas, petugas pengamanan stasiun, maupun melalui Contact Center KAI 121 di nomor telepon 121 atau WhatsApp di 081-122-233-121.

Layanan *Lost and Found* di wilayah kerja Daop 5 Purwokerto tersedia di sejumlah stasiun utama, antara lain Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Cilacap.

Layani Hampir 1 Juta Pelanggan

Sepanjang periode 11-31 Maret 2026, KAI Daop 5 Purwokerto tercatat telah melayani sebanyak 959.963 pelanggan kereta api. Angka tersebut terdiri dari 453.941 pelanggan yang berangkat dan 506.022 pelanggan yang tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 5.

Meskipun barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing individu, KAI mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan ulang sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun.

“KAI Daop 5 Purwokerto akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk optimalisasi layanan Lost and Found, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” pungkas As’ad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
302 Dapur MBG di NTB Ditutup Sementara Lantaran Tak Penuhi Standar SLHS dan IPAL
Regional
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Seluruh Indomaret di Banyumas Bebas Parkir Mulai 1 April
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Ratusan Barang Penumpang Tertinggal Selama Angkutan Lebaran di Daop 5 Purwokerto, Nilainya Capai Rp 110 Juta
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat