Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Granat Aktif dan Peluru Ditemukan di Dalam Lemari Warga Jember, Jibom Turun Tangan

Kompas.com, 18 Maret 2026, 15:05 WIB
Mega Silvia,
Krisiandi

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com - Sebuah granat aktif ditemukan di dalam lemari milik warga Jember, Jawa Timur, pada Selasa (17/3/2026).

Peristiwa ini terjadi di Perumahan Kebonsari Indah, Lingkungan Sumber Pakem, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, ketika seorang warga bernama Ida Nurdiana (56) tanpa sengaja menemukan granat nanas dan satu butir peluru kaliber 12 mm.

Kapolsek Sumbersari, AKP Heri Supadmo menjelaskan bahwa benda berbahaya tersebut ditemukan saat Ida membersihkan lemari kayu yang baru dikirim dari ibunya di Situbondo.

Baca juga: Granat dengan Pin Masih Terpasang Ditemukan di Tumpukan Sampah Pantai, Nyaris Terinjak Nelayan

Lemari itu diketahui milik ayah Ida yang merupakan mantan anggota Brimob yang pernah bertugas di Kompi Tenggarang Bondowoso sebelum dimutasi ke Polres Situbondo, hingga pensiun pada 1987 dan meninggal dunia pada 2021.

“Almari tersebut merupakan milik bapak dari Ida yang merupakan purnawirawan Polri Polres Situbondo,” terangnya, Rabu (18/3/2026).

Penemuan bermula pada Selasa pagi sekitar pukul 09.20 WIB saat Ida membuka laci bagian atas lemari untuk membersihkannya dan berencana menggunakan lemari tersebut untuk menyimpan pakaian ibunya.

“Karena Ida hendak merawat ibunya yang sudah sepuh,” ujar dia.

Baca juga: Penemuan Granat Berusia Seabad Warisan Inggris di Pantai Bangka Barat, 2 Warga Dapat Piagam

Di dalam laci itulah Ida menemukan granat nanas bersama satu butir amunisi yang diduga masih aktif.

Ida, kata dia, lantas menghubungi suaminya, Sukadi, yang merupakan seorang purnawirawan TNI.

Setelah memastikan potensi bahaya, Sukadi langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sumbersari untuk penanganan lebih lanjut.

“Akhirnya suaminya melapor ke Polsek Sumbersari,” tutur Heri.

Diledakkan

Petugas kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Unit Jibom Komposit Gegana Bondowoso.

Sekira pukul 11.30 WIB mereka tiba di Jember untuk melakukan evakuasi dan sterilisasi area.

Granat tersebut selanjutnya diledakkan melalui proses disposal (disposak) di lahan kosong di Jalan KH M Yasin, Lingkungan Sumberejo, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, pada pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Tukang Bangunan Temukan Ratusan Peluru dan 2 Granat di Kota Jayapura

Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun temuan tersebut menjadi pengingat serius akan potensi bahaya dari benda-benda peninggalan lama yang belum teridentifikasi, terutama yang berkaitan dengan perlengkapan militer.

Polisi memastikan bahwa bahan peledak tersebut telah berhasil dimusnahkan, sehingga masyarakat Jember tak perlu lagi khawatir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Surabaya
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Surabaya
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
Surabaya
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Surabaya
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP 2026, Kuota Naik Jadi 23 Persen
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau