SURABAYA, KOMPAS.com - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengungkapkan sebanyak 75,5 persen dari 2.506 mahasiswa baru yang lolos seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP) 2026 merupakan perempuan.
Rektor Unair, Muhammad Madyan mengungkapkan, dari total 29.947 peminat yang mendaftar, hanya 2.506 calon mahasiswa yang lolos seleksi.
Dari jumlah tersebut, jika dilihat berdasarkan jenis kelamin sebanyak 75,5 persen merupakan perempuan.
“Mohon maaf mungkin bisa dipahami wakil rektor bidang akademik kemahasiswaan dan alumninya perempuan ya, karena mahasiswinya jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa,” ujar Madyan dalam Halal Bihalal dan press conference di KUNOKINI Cafe & Resto, Selasa (31/3/2025).
Baca juga: Unair Terima 2.506 Mahasiswa SNBP dari 29.947 Pendaftar
Selain itu, berdasarkan umurnya mahasiswa termuda yang lolos dalam seleksi SNBP dengan usia 14 sampai 16 tahun.
Ia menerangkan, terdapat 1.219 sekolah yang diterima dalam jalur SNBP dari 6.791 sekolah yang mendaftar dengan tingkat keketatan 8,11 persen.
“Dari 6.791 sekolah pendaftar yang diterima hanya sebesar 1.219. Jadi ada sekitar 5.500 sekolah yang masih belum beruntung,” tuturnya.
Baca juga: 3.855 Pelajar Berebut Golden Ticket Unair, 68 Siswa Lolos dan Diajukan ke Panitia SNPMB
Sementara itu, Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair, Achmad Solihin mengingatkan bahwa periode daftar ulang peserta SNBP dimulai sejak 1 hingga 8 April 2026.
Kemudian, nantinya akan ada verifikasi data dan pembayaran dimulai pada 5-13 April 2026.
“Sesuai dengan peraturan kementerian bahwa yang diterima di SNBP maka tidak boleh mengikuti jalur SNBT, otomatis sistemnya terblok. Maka, kalau nanti mereka yang eligible pendaftar SNBP, tapi tidak diterima boleh mendaftar di jalur SNBT,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa bagi calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi SNBP agar tidak menyerah karena dapat kembali mencoba di jalur SNBT maupun mandiri.
“Untuk daya tampung SNBP di tahun ini memang lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin, hal ini menunjukkan kalau peminat Unair semakin banyak dicari. Jadi untuk para pendaftar yang lolos bisa mencoba kembali di jalur yang lain,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang