Sebagai langkah antisipasi, ia bahkan sudah menyiapkan alternatif transportasi sederhana.
“Kalau memang harus, saya siap pakai sepeda. Jarak rumah ke kantor juga tidak jauh,” imbuhnya.
Kini di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, ia mengajak masyarakat untuk tidak panik dan mulai lebih bijak dalam menggunakan BBM.
Aktivitas jarak dekat, menurutnya, bisa dialihkan dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Kebiasaan ini dinilai tidak hanya menghemat energi, melainkan juga menjadi solusi praktis di tengah potensi krisis.
“Konsumsi BBM seperlunya saja. Hal-hal kecil bisa mulai diubah,” ucap Shava.
Di sisi lain pihak Pertamina memastikan ketersediaan energi di wilayah Jawa Timur tetap dalam kondisi aman.
Stok BBM, elpiji, hingga avtur disebut terjaga dan terus disalurkan sesuai kebutuhan.
Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.
“Pemenuhan kebutuhan energi dilakukan secara terus-menerus,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa regulasi terbaru masih dalam tahap koordinasi dan akan segera disosialisasikan bersama BPH Migas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang