Game Adu Jotos "Street Fighter" Jadi Mata Kuliah di Kampus Ini

Kompas.com, 26 Januari 2024, 07:03 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber The Sun

KOMPAS.com - Video game biasanya dimainkan untuk melepas penat. Namun kini, produk hiburan tersebut justru dipakai sebagai alat belajar di level universitas.

Hal ini dilakukan oleh salah satu kampus top di Amerika Serikat (AS), yaitu Universitas California Berkeley (UCB). Kampus ini memiliki satu mata kuliah tentang game adu jotos (fighting), salah satunya adalah seri game bertarung bikinan Capcom, Street Fighter.

Mata kuliah yang memiliki nama "The Art of Fighting Games" tersebut sebenarnya tidak fokus di game Street Fighter saja, melainkan game-game fighting lainnya.

Namun, UCB hanya menyebut game Street Fighter saja. Artinya, game yang mempopulerkan karakter macam Ryu, Ken, Zangief, Cammy, Dan Hibiki, dan lain sebagainya ini akan jadi salah satu game yang menjadi sumber pembelajaran dalam The Art of Fighting Games.

Terkait mata kuliah The Art of Fighting Games, seperti namanya, mata kuliah ini bertujuan untuk mengajari para mahasiswa tentang seni bertempur di dalam video game.

Baca juga: Lima Hari Dirilis, Game Palworld Lewati Rekor Counter-Strike 2

Selain itu, mata kuliah ini juga memungkinkan mahasiswa untuk lebih ahli dalam memainkan game fighting, terutama mempelajari kesalahan-kesalahan apa saja yang bisa dilakukan dalam sebuah pertandingan di video game berjenis fighting.

Di samping kemampuan bermain, mata kuliah ini juga akan fokus di hal lainnya yang berkaitan dengan game fighting yang dipelajari.

Beberapa di antaranya seperti budaya asal dari video game fighting tersebut, industri game fighting, hingga bahasa yang digunakan oleh game tersebut.

Jika membahas Street Fighter yang berasal dari Jepang, maka mahasiswa juga akan mendapatkan bonus belajar bahasa Jepang untuk level pemula.

Lantas, bagaimana dosen-dosen di UCB menilai tingkat kemampuan mahasiswa di mata kuliah ini?

Punya 4 penilaian

ilustrasi Street Fighter 6TechRadar ilustrasi Street Fighter 6

Menurut informasi penjelasan atau silabus The Art of Fighting Games, indikator penilaian mata kuliah ini ada empat aspek, yaitu meliputi kehadiran, tugas (PR), turnamen di dalam video game, dan tugas akhir.

Khusus turnamen, penilaian tak dilihat berdasarkan banyaknya kemenangan, melainkan seberapa lihai seorang mahasiswa menghindari kesalahan-kesalahan ketika mereka bermain video game tipe fighting.

Lalu untuk tugas akhir, mahasiswa akan ditantang untuk mengulik pengetahuan apa yang mereka dapatkan tentang video game tersebut, baik itu dari segi sejarah, karakter, budaya video game fighting di Jepang, dan lain sebagainya.

Nah, untuk bobot satuan kredit semester (SKS), mata kulah The Art of Fighting Games ini hanya memiliki bobot yang tergolong kecil, yaitu dengan 2 SKS, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheSunUK, Jumat (26/1/2024).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau