Apple Terbukti Bersalah, Game "Fortnite" Segera Kembali ke App Store

Kompas.com, 4 Mei 2025, 18:05 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setelah lebih dari empat tahun absen, game battle royale "Fortnite" akhirnya bersiap kembali ke toko aplikasi App Store untuk pengguna iOS di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Kabar ini disampaikan oleh CEO Epic Games (Epic) Tim Sweeney selaku pengembang Fortnite, setelah putusan dari pengadilan dalam sengketa hukum berkepanjangan antara Epic Games dan Apple.

Dalam putusan terbaru, Apple dinilai tetap mempersulit pengembang dengan membebankan biaya tambahan serta membuat hambatan baru untuk metode pembayaran alternatif.

Baca juga: Fortnite Dihapus dari App Store, Epic Games Tuntut Apple

Perseteruan Apple vs Epic Games sejak 2020

Konflik Apple vs Epic Games ini bermula pada 2020. Ketika itu, Apple menghapus Fortnite dari App Store karena Epic Games mencoba melewati sistem pembayaran bawaan Apple dengan memperkenalkan metode pembayaran langsung di dalam game (in-game purchase)

Dengan sistem ini, pengguna membayar langsung ke Epic Games selaku pengembang game, tidak melalui sistem Apple. 

Motif peluncuran fitur ini tak lain dipicu oleh kebijakan Apple yang dianggap "memberatkan" para pengembang. Kebijakan Apple yang dimaksud terkait pajak 30 persen yang dibebankan Apple ke pengembang aplikasi atas setiap transaksi di App Store.

Kasus ini pun dibawa ke meja hijau. Saat itu, Apple meminta pengadilan agar menetapkan Epic bersalah atas pelanggaran kontak, memberikan ganti rugi atas pemasukan yang hilang, serta melarang penerapan sistem pembayaran tersebut di semua aplikasi Epic di App Store.

Baca juga: Fortnite Ditendang dari App Store, Epic Games Bikin Video Sindir Apple

Sementara Epic mendesak pengadilan agar memutuskan bahwa Apple harus mengubah kebijakan App Store, terutama menyangkut pungutan 30 persen yang dikenakan untuk transaksi di dalam aplikasi.

Pada 2021, Pengadilan Distrik California lewat hakim Yvonne Gonzalez Rogers sebenarnya sudah memutuskan bahwa Apple tidak bisa melarang pengembang seperti Epic untuk mengarahkan pengguna ke metode pembayaran di luar ekosistem iOS. Namun, hingga tahun ini, Fortnite tak kunjung kembali ke App Store.

Yang terbaru, pada akhir Maret lalu, pengadilan kembali memutuskan bahwa Apple terbukti “secara sengaja melanggar” perintah pengadilan tahun 2021 yang melarang perusahaan memblokir metode pembayaran pihak ketiga di luar aplikasi iOS.

Hakim Yvonne Gonzalez Rogers menyebut bahwa Apple telah menetapkan biaya 30 persen untuk pembelian yang dilakukan di luar App Store, sebuah tindakan yang dinilai sebagai upaya “menghalangi persaingan” dan “melestarikan aliran pendapatan yang sebelumnya telah dinyatakan antikompetitif".

Baca juga: Rangkaian E-mail Ungkap Awal Mula Perseteruan Fortnite dan Apple

CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyambut putusan ini dengan menyatakan bahwa Fortnite akan segera kembali ke App Store iOS di AS minggu depan, setelah penantian selama empat tahun, empat bulan, dan 17 hari.

Ia menyebut biaya 15–30 persen milik Apple sebagai “junk fees” yang kini dinyatakan tidak sah di AS, sebagaimana juga tak sah di Eropa berdasarkan Digital Markets Act.

Jika Apple juga mencabut biaya pihak ketiga di seluruh dunia, Epic menyatakan bersedia “mengakhiri seluruh proses hukum yang sedang berjalan maupun di masa depan".

Namun, kembalinya Fortnite masih harus melewati persetujuan Apple, seperti aplikasi lainnya. Sweeney mengakui bahwa Apple sebelumnya telah memblokir salah satu akun developer Epic, tapi pihaknya memiliki akun lain yang siap digunakan untuk mengunggah Fortnite kembali.

Baca juga: Pembuat Fortnite Terancam Tak Bisa Bikin Game di iPhone Lagi

Sebagai simbol dari potensi rekonsiliasi, Epic mengisyaratkan akan merilis skin baru di dalam game bernama “Pine Patron” jika semua berjalan lancar. Sebelumnya, Epic pernah meluncurkan karakter “Tart Tycoon” sebagai sindiran terhadap Apple saat Fortnite diblokir pada 2020.

Sementara itu, Apple menyatakan tidak setuju dengan keputusan pengadilan dan berencana mengajukan banding.

Namun, Apple mengatakan akan tetap mematuhi perintah yang berlaku, termasuk larangan penggunaan scare screens, pemblokiran tautan eksternal, dan pengenaan biaya untuk transaksi di luar aplikasi.

Kembalinya Fortnite ini bukan hanya kemenangan bagi Epic Games, tetapi juga menjadi preseden penting bagi ekosistem pengembang aplikasi yang selama ini terikat pada kebijakan ketat App Store, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Polygon, Minggu (4/5/2025).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau