Robot Humanoid AI "Ngamuk" saat Uji Coba, Teknisi Nyaris Terluka

Kompas.com, 12 Mei 2025, 10:01 WIB
Lely Maulida,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unitree H1, sebuah robot humanoid mengamuk hingga nyaris "menyerang" teknisi pabrik perusahaan pengembang robot, Unitree Robotics. Insiden ini terekam dalam kamera CCTV yang terpasang di area pabrik tersebut.

Video rekaman tersebut beredar di media sosial X (dahulu Twitter) maupun TikTok. 

Berdasarkan video tersebut, robot berbentuk tubuh manusia ini awalnya diam, tetapi terpasang pada sebuah derek kecil. Ketika tengah diuji coba oleh beberapa teknisi, robot itu mendadak mengayunkan tangannya, bergerak maju, seolah ingin melepaskan diri.

Pergerakannya itu mengenai berbagai benda di dekatnya, hingga nyaris menyerang dua teknisi yang berada di sekitarnya. Satu teknisi berada di depan robot dan sisanya ada di belakang. Keduanya lantas panik dan berupaya melindungi diri.

Baca juga: Amazon Perkenalkan Vulcan, Robot yang Punya Indra Peraba

Insiden ini bisa ditangani setelah salah satu teknisi menarik derek dan mencoba menyetop "amukan robot" lebih lanjut.

Menurut sejumlah laporan, penyebab anomali robot ini adalah karena coding yang error. Sebab, Unitree H1 sebenarnya dirancang dapat beroperasi sebagai pendamping manusia, bukan membahayakan orang-orang.

Dilansir Times of India, Unitree H1 kabarnya dibanderol seharga 650.000 yuan (sekitar Rp 1,4 miliar).

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Unitree Robotics, sebagai pengembang robot humanoid Unitree H1, setidaknya hingga saat ini, dihimpun KompasTekno dari International Business Times, Senin (12/5/2025).

Adapun video keributan oleh robot ini bisa dilihat pada posting berikut.

Karena malfungsi robot ini, kekhawatiran akan teknologi robot humanoid kembali mencuat.

Kekhawatirannya bukan hanya mencakup praktik malfungsi, tetapi juga menandai kerentanan dalam program yang mengoperasikan robot ini, maupun dari sisi hardware-nya.

Baca juga: Ketika Manusia dan Robot Adu Cepat di Ajang Lari Maraton...

Selain itu, insiden ini juga mencerminkan bagaimana kesalahan kecil dalam coding, mampu mengubah mesin yang pada dasarnya didesain untuk membantu manusia, menjadi sebuah ancaman nyata.

China diketahui sedang getol menunjukkan kemajuan teknologi di bidang robotika dan kecerdasan buatan (AI).

Bulan April lalu misalnya, sebanyak 21 robot humanoid ikut berpartisipasi dalam ajang Yizhuang Half Marathon sejauh 21 kilometer di Beijing, China, berbarengan dengan ribuan pelari manusia.

Robot-robot berkaki dua tersebut berasal dari sejumlah perusahaan teknologi asal China, seperti X Humanoid, DroidVP, dan Noetix Robotics.

Dalam video yang beredar di internet, robot-robot ini berlari di jalur khusus, tidak menyatu dengan pelari manusia. Pun, 21 humanoid ini ditemani pelatih/operator manusia di sepanjang lomba. Beberapa pelatih bahkan harus membantu menopang robot secara fisik.

Dari 21 robot yang ikut serta, hanya ada empat robot yang berhasil menyelesaikan lomba dalam batas waktu empat jam yang ditentukan (cut-off time).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau