IBM dan NASA Bikin Model AI Surya untuk Prediksi Badai Matahari

Kompas.com, 26 Agustus 2025, 16:02 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi International Business Machines (IBM) bekerja sama dengan badan antariksa Amerika Serikat (NASA) menciptakan model kecerdasan buatan yang bisa memberikan peringatan dini tentang badai matahari.

Model AI ini diberi nama "Surya" didasarkan pada kata matahari dalam bahasa Sansekerta. IBM dan NASA mendesain model ini open-source agar bisa diakses atau dimodifikasi lebih lanjut oleh publik. 

Menurut IBM, model AI ini dirancang untuk menginterpretasikan citra matahari resolusi tinggi, sehingga peneliti dapat memproyeksikan kondisi cuaca antariksa hingga membantu melindungi satelit di orbit rendah bumi.

Baca juga: Separah Apa Kiamat Internet yang Dipicu Badai Matahari Ekstrem?

Cara itu juga dapat membantu memelihara jaringan istrik, sistem telekomunikasi dan infrastruktur lain yang bisa terdampak parah oleh badai matahari.

Secara teknis, Surya dilatih dengan set data heliofisika skala besar dan resolusi tertinggi di dunia yang mencakup arsip fenomena matahari selama lebih dari sembilan tahun. Citra matahari dalam data ini berukuran 10 kali lebih besar dari citra standar.

Aneka data itu dihimpun dari teleskop Solar Dynamics Observatory NASA yag diluncurkan pada tahun 2010, untuk membantu para peneliti mempelajari dan mengevaluasi prediksi cuaca antariksa.

Beberapa contoh tugas Surya yaitu memprediksi suar matahari, perkiraan spektrum Extreme Ultraviolet (EUV/radiasi ultraviolet ekstrem) matahari, kecepatan angin matahari, hingga tanda-tanda area aktif di permukaan matahari.

Pengujian awal Surya menunjukkan bahwa model AI ini sudah mampu mencapai peningkatan 16 persen dalam hal akurasi klasifikasi suar matahari secara visual. Nantinya, model AI ini akan memberikan peringatan, dua jam sebelum suar matahari terjadi.

"Surya memberi kita kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya untuk mengantisipasi apa yang akan datang. Ini bukan hanya sebuah pencapaian teknologi, tetapi langkah penting untuk melindungi peradaban teknologi dari bintang yang menopang kita," kata Direktur IBM Research Eropa, Juan Bernabe-Moreno.

Baca juga: Starlink Terpapar Gelombang Geomagnetik Luar Biasa Selama Badai Matahari

Selanjutnya, IBM akan menjajaki kemampuan Surya untuk memberi prediksi lebih dini lagi sembari meningkatkan tingkat akurasinya. 

Model AI Surya sudah tersedia dan dapat diunduh pengguna lewat situs platform AI, Hugging Face, dihimpun KompasTekno dari Silicon Angle, Selasa (26/8/2025).

Bisa ganggu infrastruktur

Pasalnya, para ilmuwan percaya bahwa badai matahari memiliki dampak yang signifikan bagi bumi, walaupun berjarak sekitar 93 juta mil (sekitar 149,6 juta km).

Insiden itu terbilang jarang, tetapi tetap bisa terjadi. Ketika terjadi, badai matahari bisa melumpuhkan satelit, mengganggu navigasi penerbangan, melumpuhkan jaringan energi hingga menimbulkan risiko radiasi bagi astronot yang berada di orbit.

Contohnya pada September 1859, badai matahari dahsyat terjadi dan membuat massa koronal (semburan plasma eksplosif matahari) terlontar ke arah bumi.

Insiden itu mengakibatkan gangguan sistem telegraf di seluruh dunia, membuat operator tersengat listrik hingga sejumlah alat terbakar.

Ilustrasi badai matahari adalahcanva.com Ilustrasi badai matahari adalah

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau