Penulis
KOMPAS.com - Fitur airplane mode di ponsel berawal dari industri penerbangan. Kehadiran mode ini berawal dari era pesawat komersial pada 1950-an. Saat itu, industri penerbangan mulai memperhatikan pengaruh sinyal radio terhadap pesawat dan menara pengawas.
Aturan ketat pun diterapkan. Tantangan makin besar ketika ponsel modern mulai populer pada 1990-an hingga 2000-an, karena perangkat ini memancarkan lebih banyak sinyal, termasuk telepon, SMS, internet, WiFi, dan Bluetooth.
Untuk mempermudah penumpang yang ingin tetap menggunakan ponsel tanpa melanggar aturan, produsen akhirnya memperkenalkan fitur airplane mode.
Baca juga: Powerbank Terbakar di Pesawat KLM, Kabin Dipenuhi Asap Penumpang Panik
Dengan mengaktifkan airplane mode, ponsel tidak lagi mengirim atau menerima sinyal radio, tetapi tetap bisa digunakan untuk fungsi offline seperti memutar lagu, bermain game, membaca dokumen, atau menulis pesan yang akan dikirim nanti setelah mendarat.
Meski kini banyak maskapai menyediakan WiFi di pesawat, aturan di sejumlah negara masih mewajibkan penggunaan airplane mode demi mencegah interferensi dan menjaga ketertiban kabin.
Seiring waktu, fitur ini juga dimanfaatkan di luar penerbangan. Dalam perkembangannya, airplane mode juga semakin populer digunakan di luar konteks penerbangan.
Fungsinya saat ini tidak hanya relevan saat berada di pesawat saja. Fungsi airplane mode kini meluas sesuai kebutuhan penggunanya.
Ingin tahu lebih lengkap mengenai sejarah Airplane Mode di ponsel? Simak video berikut ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang