Pengalaman Kami Hadiri Samsung The First Look 2026 di Las Vegas, Dipandu AI Virtual yang Lancar Bahasa Indonesia

Kompas.com, 5 Januari 2026, 12:41 WIB
Yudha Pratomo,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Ringkasan berita:

  • Samsung hadirkan asisten virtual 3D di The First Look 2026, yang menyambut pengunjung dan menjawab pertanyaan seputar acara CES 2026.
  • Asisten AI ini mendukung 32 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, dan mampu memahami konteks serta memberi penjelasan produk dengan cukup detail.
  • Teknologi Spatial Signage jadi kunci tampilan 3D tanpa kacamata, menghadirkan pengalaman.

LAS VEGAS, KOMPAS.com - Ada pemandangan menarik saat masuk ke area pameran Samsung The First Look 2026, yang berlangsung di Latour Ballroom, Wynn Las Vegas, Minggu (4/1/2026) malam atau Senin (5/1/2026) pagi waktu Indonesia.

Acara yang merupakan bagian dari CES 2026 itu dipandu asisten virtual yang lancar berbahasa Indonesia.

Asisten virtual itu semacam karakter 3D yang muncul dalam sebuah monitor besar. Monitor ini diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh peserta Samsung The First Look 2026.

Asisten virtual ini bisa menjawab berbagai macam pertanyaan seputar acara yang berlangsung. Bahkan, ia juga bisa menjelaskan bagaimana dirinya dibuat untuk acara ini.

Menurut salah satu promotor, asisten virtual ini dibuat menggunakan teknologi Samsung Spatial Signage.

Baca juga: Samsung Gelar The First Look 2026 di CES, Pamer Deretan Inovasi AI

Ini adalah inovasi layar digital yang menciptakan ilusi kedalaman 3D tanpa kacamata khusus, menggunakan pelat optik 3D di belakang panel LCD untuk memberikan efek visual imersif.

Asisten AI ini menguasai 32 bahasa. Sehingga, peserta acara The First Look 2026 bisa bertanya menggunakan bahasa asal negara masing-masing.

Jurnalis KOMPAS.com Yudha Pratomo yang hadir langsung di acara tersebut juga mencoba bertanya pada asisten AI ini menggunakan bahasa Indonesia.

Asisten virtual Samsung di acara The First Look 2026 bisa berbahasa Indonesia. Asisten ini bisa memberi petunjuk informasi secara rinci.KOMPAS.com/Yudha Pratomo Asisten virtual Samsung di acara The First Look 2026 bisa berbahasa Indonesia. Asisten ini bisa memberi petunjuk informasi secara rinci.

Kami meminta rekomendasi tiga produk nenarik yang dipamerkan di Samsung The First Look 2026.

Hasilnya, AI bisa berbicara bahasa Indonesia dengan lancar. Meski terasa kaku, AI ini memahami konteks pertanyaan dan bisa memberi penjelasan yang rinci.

Asisten AI ini memberi rekomendasi berupa TV terbaru Samsung, perangkat Galaxy TriFold, serta kulkas Samsung yang kini lebih cerdas.

Baca juga: Samsung Umumkan Televisi Micro RGB 130 Inci Pertama di Dunia

Namun, pihak promotor tidak menjelaskan model AI yang digunakan di asisten ini.

Kendati demikian, asisten AI ini diharapkan bisa membantu para peserta untuk mendapat bantuan informasi selama acara berlangsung.

Pengalaman kami mengobrol dengan asisten virtual AI di acara Samsung The First Look 2026 bisa disimak di video berikut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Yudha Pratomo (@pratomoyudha)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau