Peneliti Bikin Aplikasi AI untuk Tebak Jejak Kaki Dinosaurus

Kompas.com, 28 Januari 2026, 15:43 WIB
Bill Clinten,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber Guardian

KOMPAS.com – Sejumlah peneliti internasional, sebagian besar dari University of Edinburgh, Skotlandia mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama DinoTracker.

Aplikasi ini, yang cara kerjanya dijelaskan dan dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences (PNAS), diklaim mampu mengidentifikasi jejak kaki (footprint) dinosaurus yang terbentuk puluhan juta tahun lalu.

DinoTracker sejatinya bukan aplikasi mobile yang bisa dipasang di smartphone melalui Google Play Store atau Apple App Store.

Sistem ini tersedia sebagai aplikasi berbasis web dan kode sumber open-source yang dapat diakses gratis melalui platform GitHub, serta dijalankan melalui komputer untuk keperluan riset dan edukasi.

Baca juga: Asal Muasal Game Dinosaurus Chrome yang Bisa Dimainkan 17 Juta Tahun

Nah, salah satu peneliti yang terlibat dalam pengembangan DinoTracker, Steve Brusatte, mengatakan bahwa aplikasi ini dibuat dengan memanfaatkan teknologi AI untuk membantu paleontolog menganalisis jejak dinosaurus secara lebih objektif.

Secara umum, berdasarkan pengujian internal, sistem AI DinoTracker mampu menghasilkan klasifikasi jejak kaki dinosaurus yang selaras dengan analisis pakar manusia, dengan tingkat akurasi hingga sekitar 90 persen.

Mempermudah paleontolog

Menurut Brusatte, DinoTracker diharapkan dapat mempermudah sekaligus membantu menjawab sebagian tantangan yang selama ini dihadapi para paleontolog dalam mempelajari sejarah kehidupan Bumi di masa lalu.

Beberapa tantangan tersebut antara lain kemiripan bentuk jejak kaki antar-spesies dinosaurus, hingga pengaruh jenis dan kontur permukaan tanah tempat jejak tersebut terbentuk.

“Saat menemukan jejak dinosaurus, kami sebagai paleontolog seperti mencoba mencocokkan sepatu 'Cinderella' dengan pemiliknya," kata Brusatte dalam pernyataannya kepada TheGuardian, dikutip KompasTekno.

Baca juga: Instagram Blokir Puluhan Akun Pelacak Jet Pribadi Selebritas dan Tokoh Publik

"Sebab, bentuk jejak kaki juga akan dipengaruhi oleh jenis pasir atau lumpur, serta bagaimana dinosaurus itu melangkah,” imbuh Brusatte.

Selain itu, para ilmuwan hampir tidak pernah menemukan fosil dinosaurus tepat di samping jejak kaki yang ditinggalkannya.

Akibatnya, proses identifikasi selama ini kerap bergantung pada interpretasi tidak langsung yang biasanya rentan keliru.

Cara kerja DinoTracker

Tampilan aplikasi DinoTracker.GitHub Tampilan aplikasi DinoTracker.

Selama ini, sistem AI dalam paleontologi umumnya dilatih dengan cara memberi label setiap jejak kaki dinosaurus berdasarkan spesies atau kategorinya.

Namun, pendekatan tersebut dinilai berisiko karena kesalahan pada label awal bisa diwariskan ke sistem AI.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau