Awas! HyperOS 3 Bikin HP Xiaomi Jenis Ini Nge-"Brick"

Kompas.com, 29 Januari 2026, 09:21 WIB
Marsha Bremanda,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber GizChina

KOMPAS.com - Pembaruan (update) sistem operasi (OS) terbaru Xiaomi, yakni HyperOS 3, dilaporkan menimbulkan masalah pada sejumlah ponsel.

Alih-alih mendapatkan peningkatan fitur, sebagian pengguna justru mendapati ponsel terjebak dalam siklus nyala mati (bootloop) hingga perangkat tidak bisa digunakan alias nge-brick.

Kasus ini memang tidak terjadi pada semua ponsel Xiaomi. Gangguan dilaporkan menimpa ke perangkat impor tertentu yang menggunakan Global ROM tidak resmi, atau yang umum dikenal dengan istilah "fake Global ROM". 

Berdasarkan laporan, kasus ponsel bootloop hingga nge-brick akibat pembaruan HyperOS 3 paling banyak dialami oleh HP Xiaomi versi China yang dijual melalui jalur gray market (impor tidak resmi).

Baca juga: Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 15 5G di Indonesia, Mulai dari Rp 3 Jutaan

Biasanya, jalur gray market dipakai penjual agar bisa memasarkan ponsel ke luar China dengan harga yang lebih murah. Caranya, perangkat versi China tersebut dimodifikasi dengan memasang Global ROM supaya mendukung bahasa internasional serta layanan Google.

Nah, pada perangkat gray market, Global ROM tersebut tidak dipasang resmi oleh pihak Xiaomi, melainkan hasil konversi atau oprek pihak ketiga. 

Adapun sejauh ini, laporan ponsel nge-brick muncul pada beberapa model populer, seperti Redmi Note 13 Pro dan Poco M6 Pro, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizchina.

Penyebab ponsel nge-brick

Tampilan ponsel yang mengalami bootloop setelah melakukan update ke HyperOS 3. Tampilan ponsel yang mengalami bootloop setelah melakukan update ke HyperOS 3.

Masalah ponsel bisa nge-brick muncul setelah Xiaomi menerapkan sistem keamanan baru di HyperOS 3. Sistem ini bekerja dengan melakukan pemeriksaan kecocokan wilayah (region lock check) antara perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). 

Jika sistem mendeteksi software Global berjalan di perangkat keras versi China, perangkat akan menolak berkomunikasi dengan modem. Akibatnya, sistem gagal memverifikasi data dan akhirnya terjebak di recovery mode atau mengalami bootloop tanpa henti. 

Baca juga: 10 HP Xiaomi Lawas Ini Masih Dapat Update HyperOS 3, Berikut Daftarnya

Xiaomi menilai ROM hasil konversi sebagai instalasi software yang tidak resmi. Karena itu, perusahaan tidak menganggap kasus ini sebagai bug sistem. 

Solusi sementara

Nah, bagi pengguna ponsel tidak resmi yang terlanjur mengalami bootloop setelah melakukan update ke HyperOS 3, masih ada solusi sementara yang dilaporkan works dan bisa dicoba. 

Salah satunya adalah melakukan force restart secara berulang, sekitar 10 hingga 15 kali berturut-turut. Metode ini dilakukan supaya memicu sistem masuk ke mode pemulihan darurat (panic rollback), sehingga ponsel bisa kembali ke versi sistem sebelumnya. 

Jika ponsel berhasil nyala kembali, pengguna disarankan untuk segera menonaktifkan pembaruan otomatis melalui menu pengaturan (settings).

Langkah ini dinilai penting karena bisa mencegah perangkat kembali mengunduh dan memasang pembaruan HyperOS 3 secara otomatis. 

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa solusi tersebut kemungkinan tidak selalu berhasil di semua kasus. Xiaomi juga menegaskan pihaknya tidak akan menyediakan perbaikan untuk perangkat yang telah dimodifikasi secara tidak resmi melalui gray market. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau